FAA PPMI :Apa Kabar Nasib TKI Yang Terancam Eksekusi Mati ?

40

1426430162710973811metro.kompasiana.com – Sekitar 229 buruh migran yang berada di luar negeri kini terancam hukuman mati , diantaranya 67% adalah kasus narkoba sisanya buruh migran ,sedang yang dibebaskan sekitar 239. Saat ini setidaknya terdapat 17 WNI sedang menunggu eksekusi hukuman mati di Malaysia , Arab saudi , dan Cina .

Mengapa banyak warga negara Indonesia ingin bekerja di luar negri ? Itulah pertanyaan yang klasik yang selalu ada dalam benak kita , padahal kita tahu bagaimana nasib para buruh di luar negri .Indonesia termasuk negara migrasi terbesar tapi dalam hal perlindungan dan keselamatan sepertinya masih kurang .

Pertumbuhan ekonomi kita tidak mampu menyerap tenaga kerja karena perbedaan gaji yang terlalu tinggi antara negara kita dan negara asing , sehingga mereka selalu memilih bekerja diluar negri . Pemerintah Indonesia seharusnya mampu memberi lapangan pekerjaan untuk mengurangi para buruh migran .

Sekarang permasalahannya bagaimana nasib para buruh migran yang terkena kasus dan akan menghadapi hukuman mati ?upaya diplomasi akan meringankan dan pendekatan personal adalah salah satu cara terbaik , tapi kadang itupun tidak berhasil . Negara yang paling sering melakukan eksekusi mati adalah malaysia dan saudi arabia karena kedua negara tersebut sedang tidak ramah dengan Indonesia sedangkan buruh migran banyak di negara tersebut. Harus diakui dalam hubungan bilateral dalam 5 tahun ini memang sangat kurang .

Dua hal yang penting ingin dikuatkan dalam pemerintahan Jokowi adalah Regional dan Idealisme ,tetapi dalam hal ekonomi itu sangat bertentangan . Perlindungan terhadap kemanusiaan tidak bisa dibatasi karena negara-negara Universal Yuridition , dalam kondisi ini Presiden Jokowi harus mampu mengambil keputusan dan langkah diplomasi yang tepat.

Eksekusi mati tidak identik , banyak sekali cara bukan hanya hukuman mati karena itu tidaklah manusiawi dan menghapus hak hidup seseorang .

Dalam diskusi Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia ( FAA PPMI ) menyatakan pemerintah indonesia melindungi rakyatnya dari bahaya sindikat narkoba , mendesak pemerintah menyelamatkan WNI yang terancam hukuman mati , serta menjaga hubungan baik dan meningkatkan upaya diplomasi . Meminta PBB proaktif melindungi buruh migran ,dalam konfrensi pers yang dihadiri kepala BNP2TKI Nusron Wahid .# T 14 Z #

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Kita yang begitu latah istilah asing. Terbaru soal 'new normal', padahal, padanannya dalam kamus besar bahasa Indonesia (KBBI) sudah ada. New...

“Wah makeupnya kok STD banget sih” “Makeup-nya B ajah, siapa sih periasnya” “Pengantinnya gak manglingin, jadi gak istimewa” See, pernahkah kalian mendengar komentar seperti...

Banyak yang menjadi korban pandemi virus Covid-19. Hingga 24 Mei 2020, kasus terdeteksi positif mencapai jumlah 22.271, kasus meninggal 1.372...

Oh thou whom neer my constant heart; One moment hath forgot; Tho fate severe hath bid us part; Yet still–forget...

Sempat beberapa tahun lalu saya menerima pertanyaan, apakah sudah waktunya mengucapkan selamat tinggal pada Pers Mahasiswa?