Cara ini yang Akan Dipakai BPJS Agar Sesuai Syariah

Dipublikasi diBerita9
218

Usai mendapat rekomendasi dari Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) perihal aturan main yang dikeluarkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan belum sesuai syariah Islam, kini petinggi lembaga tersebut rajin menyambangi markas MUI guna melakukan pertemuan rutin setiap pekan.

“Kita rutin lakukan pertemuan dengan MUI sampai masalah ini selesai,” kata Asisten Manajer Departemen Hubungan antar Lembaga BPJS Kesehatan, Suciati Mega Wardani kepada wartawan di Deresto Cafe, Plaza Festival, Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu, (9/8/2015).

Suciati mengatakan, sejak rapat yang difasilitasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beberapa waktu lalu, pihaknya baru sekali duduk bersama, namun banyak keputusan yang sudah disepakati. Di antaranya, membuat daftar isian peserta yang sesuai dengan prinsip syariah.

“Ada isian bahwa peserta menjaminkan uangnya, pengelolaannya kepada BPJS Kesehatan dengan akad ini, lalu sebesar ini, dengan akad ini,” ungkap dia.

Selain itu, lanjut Suci, pengelolaan dananya juga direkomendasikan akan dilakukan oleh bank-bank yang menganut sistem syariah.

Dia menegaskan, tidak ada program yang diubah sama sekali. Seperti pemisahan antara BPJS Kesehatan konvensional dan syariah, atau program konvensional dan syariah.

“Hanya penambahan daftar isian peserta saja, untuk yang ingin syariah. Karena tidak semuanya muslim,” tukas dia.

Suci mengatakan, masih banyak hal lain yang akan dirubah, tapi dia belum bisa menjelaskan secara detail karena masih butuh telaah lebih lanjut.

“Target kami sederhana, gharar, maisir dan riba dapat hilang,” tukas dia. (red/bhm/waluyo/catur)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Ada anekdot yang pernah penulis baca, tersebutlah seorang remaja di beri tantangan untuk menghasilkan uang dari sebuah lahan sawah, dengan...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

"When someone else's destruction seems like our victory, then there's no one in the world who's as devastated as us"

“Wah makeupnya kok STD banget sih” “Makeup-nya B ajah, siapa sih periasnya” “Pengantinnya gak manglingin, jadi gak istimewa” See, pernahkah kalian mendengar komentar seperti...