Penyandang Disabilitas Terdiskriminasi

Dipublikasi diMerah Putih
164
Ilustrasi penyandang disabilitas

Kalkulasi data penyandang disabiltas menjadi persoalan tersendiri bagi negara. Pasalnya, sampai saat ini belum ada data valid seberapa banyak kaum disabilitas yang berhak mendapatkan perlindungan negara.

Pendiri Lembaga Kajian Disabilitas UI, Irwanto, mengatakan kesulitan pendataan disabilitas dikarenakan masyarakat merasa malu dan cenderung menyembunyikan anggota keluarga yang menyandang disabilitas.

“BPS berbasis internasional mendeteksi penyandang disabilitas berkisar 11 hingga 13 persen tapi lagi-lagi yang digunakan data Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) serta Sistem Kesehatan Nasional (Siskenas) 2009 sekitar 1,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” ungkapnya, kepada awak media, Senin (17/8).

Tak heran jika selama ini data kuantitatif dan kualitatif penyandang disabilitas sulit didapatkan.

“Bahkan untuk mendapatkan data jumlah penyandang disabilitas di tingkat kampung sangatlah sulit,” imbuhnya.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah untuk segera mensahkan RUU perlindungan disabilitas dan segera memastikan data valid terkait jumlah penyandang.

“Pendidikan berbasis hak asasi nampaknya menjadi salah satu alternatif mendorong masyarakat untuk bersama-sama menyadari keberadaan kelompok disabilitas yang tanpa sadar kerap mengalami diskriminasi,” Imbuhnya. (Fdi)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Ada anekdot yang pernah penulis baca, tersebutlah seorang remaja di beri tantangan untuk menghasilkan uang dari sebuah lahan sawah, dengan...

Kesadaran seperti apa yang kita harapkan dari ruang-ruang penjara kumuh penuh sesak, dari para sipir yang semena-mena menyiksa namun sekaligus...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Pagi ini (Rabu, 27/6/2018) saya lebih bergairah karena Argentina semalam menang. Bahkan siaran ulang pagi tadi masih kunikmati kembali gol...

Indonesia adalah Negara yang memiliki 659 suku bangsa. Pun beragam dari segi agama dan kepercayaan. Indonesia Plural sejak awal. Realitas...