Sehari di Semarang, Mencicipi Kuliner Jalanan Istimewa (2)

1147
Mie Kopyok Semarang. Foto: Ecka

Kota Semarang memiliki berbagai tempat menarik untuk memanjakan lidah. Kuliner jalanan di sini sangat istimewa. Seperti mie lontong dan pecel sambel kacang resep turunan. Mau tahu seperti apa rasanya?
Segar Manis Mie Lontong Resep Turunan

Aroma sedap menyeruak ketika sampai di pelataran parkir persisi samping kios mie kopyok Pak Dhuwur yang terletak di Jalan Tanjung, dekat stasiun Poncol, Semarang. Kios tampak begitu ramai dengan para pegawai yang datang saat jam makan siang, sampai-sampai untuk mencari bangku kosong pun harus menunggu pengunjung selesai makan.

Seperti jenis masakan lain, maisng-masing daerah memiliki khas-nya sendiri, termasuk jenis masakan mie. Kalau kota Semarang mempunya mie khas bernama mie kopyok atau mie lontong. Selain karena bahan utama penyajian adalah mie dan lontong, kopyok sendiri berarti kocok atau mie kocok yang dicampur dengan kuah kaldu.

Mie legendaris Semarang ini sudah berdiri sejak tahun 1964. “Keluarga kami buka sejak jaman kakek saya,” ujar Pak Dhuwur, sang owner mie kopyok masa kini. Terang saja jika mie kopyok memiliki tempat di hati para pengunjungnya, karena selain sudah lama berdiri, mie kopyok Pak Dhuwur memang segar rasa dan aromanya. Isian dari mie kopyok terdiri dari lontong, tauge, mie kuning, tahu pong, kerupuk gendar disiram air kaldu.

Menurut bapak yang ditemui mnegenai kaos batik ini mengatakan, bumbu mie kopyok pada dasarnya standar yaitu terdiri dari garam, bawang putih, bawang merah, kecap dan cabe. “Ada sih bumbu tambahan, tapi jadi rahasia,” ungkapnya tersenyum. Bumbu tambahan rahasia itu warisan dari sang kakek.

Pak Dhuwur menambahkan, meski sekarang makin banyak bermunculan mie dari luar daerah atau bahkan luar Indonesia, pihaknya tetap optimis jika mie kopyok tetap digemari oleh pelanggannya. Hal itu dibuktikan dengan sudah buka cabang di Ibu Kota, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Jakarta Timur. Nah, Anda yang di Jakarta juga bisa mencobanya.

Pecel Komplit Mba Surip Disiram Sambal Kacang Legit

Sarapan nasi dengan lauk pecel dan teman-temannya sudah sering ya, nasi pecel disiram kuah saus kacang, tapi bagaimana kalau nasi pecel nan lezat disajikan pada malam hari, di mana biasanya kalau malam hari rata-rata kita lebih suka makanan berkuah.

Pecel Mbah Surip, Semarang. Foto: Ecka
Pecel Mbah Surip, Semarang. Foto: Ecka

Yup, kamu akan temukan pemandangan yang menarik saat melintas di Jalan Mataram, Semarang. Di salah satu ruas jalan terdapat warung dengan konsep sederhana ala kaki lima tapi sungguh ramai luar biasa.

Para pengunjung yang rata-rata selepas bekerja, mulai dari sekumpulan anak muda yang melepas penat hingga para orangtua yang tampak menikmati sajian pincuk mereka masing-masing, duduk manis mengitari meja yang isinya “pepak” dengan sayuran pecel, sambal kacang, kerupuk legendar, dan aneka lauk.

Berdiri 14 tahun yang lalu oleh Mbah Surip, meski warung ini belum lama tapi resep sambal kacang sudah ada puluhan tahun lalu dan diwariskan secara turun temurun. Konsep yang kali pertama terlihat adalah kesederhanaan, tak heran meski warung pecel ini selalu jadi jujugan para pelancong dan masyarakat setempat. Sampai saat ini tetap bertahan dengan konsep warung PKL, tidak diibah menjadi resto dan sejenisnya.

Hal itu juga dituturkan oleh Warso, salah satu keponakan Mbah Surip, “Kami ingin ada kebersamaan dan keakraban antar penjual dan pembeli,” ungkap Bapak yang bertugas membuat aneka minuman ini.

Tak dimungkiri hal itu pun menjadi daya magnet pengunjung untuk datang kembali. Mereka bisa menyantap nasi pecel sekaligus mengambil lauk favorit mereka sendiri. Asyik bukan?

Sajian nasi pecel menggunakan daun pisang atau dikenal dengan pincuk, porsi lengkap bisa pakai nasi pecel atau bakmi pecel. Satu porsi berisi aneka macam sayur mulai dari daun pepaya, bayam, tauge, kol, kacang panjang, kembang turi, timun, kemangi, bantal atau dikenal dengan martabak mini dan tak ketinggalan kerupuk gendar. Bila ingin nambah lauk juga tersedia aneka gorengan dan sate dibumbu bacem.

Harga nasi atau bakmi pecel lengkap dibandrol satu porsi 10.000, mengagetkan karena Mbah Surip dalam sehari bisa menghabiskan 50 kilogram sambal pecel, selain untuk digunakan di warung juga ada pesanan yang dikirim ke luar kota, meski tanpa merek tetapi selalu dicari pelanggan dari mana saja.

Tak heran karena sambal pecel Mbah Surip ini memang enak dan legit, kekentalannya juga pas. So, kalau kalian melintasi Kota Semarang jangan lupa untuk sejenak mencicip nasi pecel Mbah Surip ya….

—-

Tulisan ini adalah lanjutan dari artikel “Sehari di Semarang, Menikmati Kuliner Pecinan ‘Gang Lombok’. Judul tulisan diedit.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

“Wah makeupnya kok STD banget sih” “Makeup-nya B ajah, siapa sih periasnya” “Pengantinnya gak manglingin, jadi gak istimewa” See, pernahkah kalian mendengar komentar seperti...

Bila Anda menyusuri Kota Semarang, jangan lupa mampir ke kawasan Pecinan. Yah, Semarang merupakan salah satu kota yang terus berupaya...

Those who hate shopping don’t know how to shop

Saya tidak pernah sadar bahwa saya termasuk produk kawin-silang, penyerbukan budaya, atau apalah namanya, yang tidak hadir dalam banyak benak...