SIARAN PERS: HENTIKAN RAZIA DAN PEMBERANGUSAN BUKU

401
Bila mulutmu disumpal angkatlah penamu

Aksi sweeping dan penarikan peredaran buku yang dianggap mengandung paham komunisme marak di berbagai daerah. Seperti di Yogyakarta dan Bandung, aparat menyisir buku-buku di sejumlah toko buku. Bahkan pada Selasa lalu, 10 Mei 2016, aparat TNImenangkap empat aktivis di Ternate, serta menyita sejumlah buku. Sejumlah buku di pameran buku Tegal, Jawa Tengah, juga tidak luput diangkut.

Tindakan semena-mena tersebut tidak bisa dibenarkan. Presiden Jokowi melalui telah meminta aparat keamanan tidak bertindak berlebihan dalam menegakkan Ketetapan MPRS Nomor XXV/1966 tentang Pembubaran Partai Komunis Indonesia, Larangan Penyebaran Komunisme, Marxisme Leninisme. Melalu juru bicaranya, Johan Budi Sapto Pribowo, Presiden mengatakan “Aparat yang dianggap kebablasan justru harus dihentikan.”

Aksi razia atau sweeping, penyisiran serta penarikan penarikan buku-buku kiri oleh aparat ataupun kelompok tertentu merupakan tindakan berlebihan, tidak mendidik dan menghalang-halangi hak warga negara memperoleh informasi publik. Tindakan menghalang-halangi rakyat mempelajari sejarahnya sendiri jelas merupakan kesewenang-wenangan .

Karena itu Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) meminta semua pihak menghentikan provokasi dan rasa bermusuhan. Meminta penegak hukummenjunjung tinggi kebebasan berpendapat dan hak masyarakat mendapatkan informasi publik dengan tidak melakukan aksi razia buku. Kami juga meminta seluruh masyarakat taat hukum sertatidak bertindak main hakim sendiri dengan melakukan razia, menyisir, dan menarik peredaran buku.

FAA PPMI menghimbau seluruh elemen masyarakat menahan diri dengan isu atau provokasi bangkitnya komunisme dan terus beraktivitas sewajarnya. Selanjutnya meminta aparat dan seluruh elemen masyarakat menjaga ketertiban, keamanan, saling menghargai pemikiran serta gagasan secara moderat dan berkeadilan.

Jakarta, 15 Mei 2016

Agung Sedayu

Koordinator FAA PPMI

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Indonesia adalah Negara yang memiliki 659 suku bangsa. Pun beragam dari segi agama dan kepercayaan. Indonesia Plural sejak awal. Realitas...

Dunia pendidikan Indonesia dihebohkan dengan gagasan full day school untuk siswa SD dan SMP yang dilontarkan oleh pemerintah melalui Menteri...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Saya tidak pernah sadar bahwa saya termasuk produk kawin-silang, penyerbukan budaya, atau apalah namanya, yang tidak hadir dalam banyak benak...

Yogyakarta tak hanya tentang Malioboro, Kraton atau barisan pantai pasir putih di Gunung Kidul, tetapi juga ada banyak alternatif wisata...