Renjana dan Kehancuran Berbalut Agama

331

“When someone else’s destruction seems like our victory, then there’s no one in the world who’s as devastated as us”

Karan Johar sebagai salah satu produser ternama di industri Bollywood tak main-main menempatkan pemain dalam film terbarunya, Kalank. Film besutan Abhisek Varma dan Karan Johar yang rilis akhir April lalu menempatkan sederet aktris dan aktor Bollywood kesohor.

Salah satunya Alia Bhatt yang berperan sebagai Roop yang juga tokoh utama dalam film ini. Bagi pecinta Bollywood di tanah air nama Alia Bhatt tentu tidak asing lagi. Tidak hanya Alia, Karan Johar pun menempatkan Sonaksi Sinha sebagai Satya Chaudry, Varun Dhawan sebagai Zafar, dan Aditya Roy Kapur sebagai Dev Chaudry. Tidak hanya keempat aktor muda Bollywood yang menghiasi film ini, ada Sanjay Dutt yang berperan sebagai Balraj Chaudry dan Madhuri Dixit sebagai Bahaar Begum.

Nama di atas selain Alia Bhatt, Sanjay Dutt dan Madhuri Dixit mungkin terdengar sedikit asing. Tidak ada Shah Rukh Khan, Kajol, Kareena Kapoor dan Hrithik Roshan. Namun jangan ragukan kemampuan akting mereka. Varun Dhawan misalnya saat berperan sebagai Zafar, totalitas aktingnya sebagai seorang pandai besi tak perlu lagi diragukan.

Nama Varun Dhawan dan Alia Bhatt memang baru terdengar kurang lebih 7 tahun terakhir. Begitupun dengan Aditya Roy dan Sonaksi Sinha. Tapi tak jarang film yang mereka bintangi meraih box office. Beberapa tahun yang lalu seringkali di berbagai tempat makan, kendaraan, media sosial di Indonesia booming lagu Tum Hi Ho.

Lagu ini merupakan salah satu dari lagu di film Aashiqui 2 yang menjadi box office dan dibintang oleh Aditya Roy. Maka tak heran, Kalank yang dimainkan oleh multi bintang bollywood ini meraih box office dalam waktu singkat.

Saat teaser Kalank resmi diluncurkan, film ini mengingatkan pada beberapa film bollywood lainnya yang memiliki tema serupa seperti Bajirao Mastani, Padmavaat dan Devdas. Penataan set yang digunakan serba mewah, megah, dan kolosal. 

Meminjam ucapan Mahfud Ikhwan bahwa film India agaknya selalu nampak serba kolosal dan itu benar adanya. Dalam film Kalank ini, lihat pada semua lagu dan tarian yang disuguhkan dalam salah satu singlenya yang berjudul First Class penari latar yang menemani Zafar tak kurang dari 100 orang. Bagaimana Zafar atau Varun Dhawan menari dalam single ini pun nampak apik, mewah, dan berkelas.

Masih Berlatar Konflik Agama

Dari sisi cerita sebenarnya tak ada yang spesial dari film Kalank, drama khas bollywood melibatkan percintaan dan konflik keluarga. Namun, film berdurasi  166 menit berlatar konflik agama Islam dan Hindu saat masa-masa menjelang pemisahan India Pakistan sekitar tahun 1947-an.

Kalank bermula ketika Roop diminta menikah dengan Dev Chaudry oleh istrinya yang mengindap kanker, Satya Chaudry. Meski terpaksa akhirnya Roop menerima tawaran tersebut kemudian pindah dari India ke kawasan Pakistan (saat ini) dimana umat muslim mendominasi di daerah tersebut. Jelas saja keluarga Dev Chaudry merupakan minoritas sebab beragama Hindu. Namun, keluarga Balraj Chaudry merupakan keluarga kaya yang memiliki surat kabar dan Dev sebagai pemimpin redaksinya.

Setelah Roop pindah ke rumah Dev, Roop sangat ingin mengembangkan bakat menari dan menyanyi yang dimilikinya. Maka, ia meminta untuk belajar bersama dengan Bahaar Begum. Tempat tinggal Bahaar Begum dianggap terlarang karena merupakan wilayah prostitusi, Heera Mandhi. Tapi akhirnya Roop berhasil mendapatkan izin Balraj dan Dev untuk belajar menyanyi dan menari Kathak (tarian khas india dengan gerakan cepat).

Saat itulah, Roop bertemu dengan Zafar seorang pandai besi muslim. Roop yang menikah atas dasar keterpaksaan pada akhirnya jatuh cinta dengan Zafar. Sayangnya Zafar adalah anak dari hasil hubungan gelap Balraj Chaudry dan Bahaar Begum.

Hari ke hari, hubungan Roop dengan Zafar semakin dekat. Roop sering datang ke Heera Mandhi bukan hanya sekadar untuk berlatih menyanyi dan menari, tetapi meliput sisi lain kehidupan di Heera Mandhi, seperti bagaimana Zafar menjadi seorang pandai besi.

Namun sayangnya saat scene ini ada adegan yang mengganggu. Saat Roop bercerita pada Zafar akan menulis tentang sisi lain Heera Mandhi, Zafar mengajaknya ke festival menjinakkan banteng. Layaknya seorang Matador, namun sang sutradara nampaknya terlalu berlebihan menampilkan scene yang akhirnya terlihat tidak natural.

Namun kesalahan ini tidaklah fatal. Naskah yang dibuat dengan mendalami konflik agama membuat film ini tak sekadar menjadi film drama pada umumnya. Salah satu dialog yang bermakna saat Dev Chaudry mengatakan: “Negara ini akan hancur bila kita terus menyeret soal agama ke dalamnya”.

Perdebatan selalu terjadi antara Dev dan kelompok muslim yang dipimpin oleh Zafar. Sampai pada akhirnya Zafar memilih untuk memihak pada Roop dan Dev.

Dalam film Kalank, ada satu pemeran yang patut diperhitungkan, Kunal Khemu yang memerankan Abdul bermain sangat apik sebagai teman yang sekaligus dianggap saudara oleh Zafar.

Namun pada akhirnya Abdul yang kemudian mengkhianati Zafar dan melakukan penyerangan atas nama agama di wilayahnya. Peran Abdul menjadi begitu signifikan ketika kelompok Zafar tak lagi memilih dirinya.

Bagi saya yang mencintai film India, melihat film Kalank dengan Alia Bhatt sebagai pemeran utamanya membuat film ini benar-benar pas . Dalam setiap filmnya Alia selalu tampak natural. Begitupun dengan Varun Dhawan, Aditya Roy dan Sonaksi.

Saya tidak terlalu terpukau dengan akting Sanjay Dutt dan Madhuri sebab bagi saya peran mereka bisa digantikan yang lain, mungkin bisa saja oleh Mithun Chakraborty. Tapi khususnya peran Roop dan Zafar membuat film Kalank menjadi benar-benar hidup. Apalagi adegan Roop memanggil Zafar dengan penuh harap, Zafaarrr… Challo Zafaarrr!.

Kalank yang berarti kehancuran menjadi film yang layak ditonton. Perpecahan karena agama yang terjadi di India bisa menjadi refleksi bagi kita. Kalank menurut saya seperti ingin menyampaikan bahwa dimanapun kita berada akan selalu mudah tersulut oleh isu agama. Kita perlu menghindari Abdul-abdul lainnya.

Selain itu, bagi pecinta tarian bollywood, Alia Bhatt dan Madhuri Dixit akan menyuguhkan tarian yang ciamik. Begitu pun bagi yang menyukai musik India suara Arijit Singh dan Shreya Ghosal menjadi teman sekaligus pembuka film ini.

Nisa Rizkiah
Penikmat film dan musik India
Alumni Pers Mahasiswa Isola Pos UPI Bandung

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Jumat sore pekan lalu, layar telpon seluler saya menyala. Fitur aplikasi Whatsapp berkedip, berjubel pesan baru masuk. Setengah jengah saya...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Publik dibuat terkejut ketika majalah pers mahasiswa Lentera Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga ditarik peredaraannya oleh rektorat dan polisi pada...

Saya tidak pernah sadar bahwa saya termasuk produk kawin-silang, penyerbukan budaya, atau apalah namanya, yang tidak hadir dalam banyak benak...

Indonesia adalah Negara yang memiliki 659 suku bangsa. Pun beragam dari segi agama dan kepercayaan. Indonesia Plural sejak awal. Realitas...