Jokowi, Authentic Atau Servant Leader?

245

Konsep kepemimpinan ‘Servant leadership’ yang diperkenalkan oleh Greenleaf pada tahun 1970 dan ‘Authentic leadership’ menarik perhatian saya ketika melakukan penelitian untuk tugas postgrad.

Kedua konsep tersebut mengingatkan saya pada presiden negara saya Joko Widodo, yang dikenal sebagai Jokowi. Saya melihat penerapan beliau dalam memimpin menunjukkan beberapa karakteristik yang terkait dengan kedua konsep dimaksud.

Servant leadership adalah model kepemimpinan yang mengusung nilai moralitas, integritas individu dan kombinasi dari model ethical dan authentic leadership. Para Servant leader menekankan kesejahteraan semua pihak yang terkait, berbeda dengan traditional leadership dimana gaya kepemimpinan berdasar pada otoritas hierarki.

Sementara itu, konsep authentic leader bertitik tolak pada otentikasi individu, komunikasi yang terbuka dan pengejawantahan nilai moral sang pemimpin.

Misi pemimpin berdasarkan ‘Servant leader’ konsep adalah untuk menciptakan hasil yang bermakna bagi semua pihak yang terlibat. Jokowi dalam beberapa kebijakan menggarisbawahi pentingnya kesejahteraan masyarakat pada umumnya dan mendorong berbagai komponen bangsa untuk mengambil partisipasi demi kemajuan bersama.

Beberapa hal yang nyata adalah pemerataan pembangunan infrastruktur ekonomi seperti persamaan harga bensin di seluruh pelosok negeri dan perluasan 22 lokasi wilayah ekonomi khusus (KEK) di luar pulau Jawa – dimana memperlihatkan pembangunan tidak terpusat di pulau Jawa saja.

Di bawah pemerintahan Jokowi, banyak generasi Millenial menikmati manfaat dari internet cepat, sehingga memicu munculnya e-commerce dan perusahaan baru. Ketua IMF Christine Lagarde memberi pengakuan atas strategi ekonomi yang dipimpin oleh Jokowi terutama di bidang fiskal yang melibatkan peningkatan infrastruktur dan layanan publik.

Sebagai ‘Authentic leader’, Jokowi sering menggunakan pengalaman hidupnya dalam mengambil kebijakan tertentu. Karena pengalamannya semasa kecil yang penuh tantangan, beliau memahami ketakutan akan tidak mampu mendapatkan pendidikan atau berobat ketika sakit.

Oleh karena itu, salah satu kebijakannya yang terkenal “Kartu Pintar” adalah jawaban untuk memungkinkan siswa bersekolah tanpa biaya. Jokowi juga meluncurkan program Asuransi Kesehatan Nasional (JKN), yang dikelola oleh BPJS Kesehatan untuk membantu lebih banyak masyarakat mendapatkan perawatan medis.

Beberapa waktu yang lalu ibu saya menjalani operasi tanpa biaya karena ditanggung oleh asuransi BPJS, dengan demikian terbukti skema BPJS dapat diandalkan.

Jokowi melalui kepribadiannya bisa dikatakan pemimpin yang apa adanya. Politisi terkemuka Surya Paloh, dalam wawancara belum lama ini dengan detikcom, menyatakan bahwa “Presiden Jokowi adalah orang yang jujur dan tidak berpura-pura”.

Nilai Authentic leader yang mengutamakan moral dari pribadi Jokowi digambarkan dalam komitmen menentang suap dan gratifikasi. Beberapa hadiah yang beliau terima baik kacamata Hawker senilai € 30 hingga £600 music box band Metallica secara sukarela diserahkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tetapi, harus diingat seorang pemimpin juga manusia, karenanya tetap ada kekurangan dalam kepemimpinan Jokowi. Masih banyak tantangan yang mendesak untuk ditangani di bawah pemerintahan Jokowi.

Saat ini, catatan di Bank Dunia menunjukkan sekitar 25 juta orang masih hidup di bawah garis kemiskinan, menurut BPS, 5,34% anak muda Indonesia membutuhkan bantuan untuk mendapatkan pekerjaan dan data di UNICEF pada tahun 2016 menunjukan 2,5 juta anak sangat butuh dukungan pendidikan. Segenap negeri juga bercita-cita untuk memiliki pendidikan yang lebih berkualitas, sistem hukum yang lebih adil, upah yang lebih baik dan lainnya.

Sebagai warga Indonesia, saya menaruh kepercayaan kepada para pemimpin Indonesia untuk mengambil keputusan dan menjalankan gaya kepemimpinan mereka.

Satu-satunya harapan saya adalah pemimpin Indonesia akan selalu mengutamakan kesejahteraan semua warga negara tanpa keberpihakan dan membimbing kami dengan saling menghargai dalam persatuan bekerja bersama menuju masa depan yang lebih cerah.

Vanna Tamansa, alumni LPM Inovasi Universitas Sam Ratulangi Manado, kini tengah menempuh studi MBA di University of Newcastle Australia.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

“Wah makeupnya kok STD banget sih” “Makeup-nya B ajah, siapa sih periasnya” “Pengantinnya gak manglingin, jadi gak istimewa” See, pernahkah kalian mendengar komentar seperti...

Kapitalis modern telah bergerilya untuk menjajah “Tubuh Perempuan”. Menjadikan perempuan sebagai makhluk konsumeris taat atas produk kapitalisme. Perempuan dibuat semakin...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Sebuah bidal menyebutkan, siapa tersentuh cinta maka mendadak ia bisa menjadi penyair. Tak menutup kemunginan juga menjadi seorang fotografer. Lantas apa jadinya jika sajak dan foto dikawinkan? Lukisan Cina kuno membuka jalan penafsiran puisifoto itu.

Oh thou whom neer my constant heart; One moment hath forgot; Tho fate severe hath bid us part; Yet still–forget...