Belajar Asyik Melalui Dongeng

22

Dulu masyarakat kita begitu akrab dengan dongeng. Dari dongen anak-anak belajar banyak hal. Mulai dari melatih imajinasi, budi pekerti, hingga sejarah. Orang tua juga gemar mendengarkan dongeng, di pertunjukan wayang kulit, misalnya, mereka rela tidak tidur semalam untuk mendengarkan dongeng sang dalang.

Kini, di tengah kemajuan teknologi, seni bercerita ala mendongeng seolah terpinggirkan oleh kemajuan teknologi, televisi, maupun gawai. Padahal keintiman yang terbangun dari interaksi dalam mendongeng, terutama bagi anak-anak, tidak tergantikan. Melalui dongeng, anak-anak bisa lebih cepat menyerap pengetahuan yang diajarkan ke mereka.

Omah Dongeng Marwah menghidupkan kembali fungsi dongeng sebagai sarana pendidikan yang asik dan menyenangkan, bahkan untuk belajar matematika.

Mau tahu caranya? Mari ikuti diskusi online bersama pendiri Omah Dongeng Marwah Kak Hasan Aoni Aziz (Alumnus Lembaga Pers Mahasiswa Amanat, Universitas Islam Negeri Wali Songo, Semarang) dalam
#NgabuburitFAA series 10 “Belajar Asyik Melalui Dongeng”

Waktu:
Rabu, 20 Mei 2020
Pukul 20.00 – 21.00 WIB

Live Instagram:
@alumnippmi.official dan @omahdongeng

Host:
Olie Tamami, Alumnus LPM Jumpa, Universitas Pasundan, Bandung, yang kini menyelesaikan studi doktoral di Baku State University.

Note: Pertanyaan favorit akan mendapatkan special gift

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Pertama kali bertemu, medio 1994 di sebuah gang kecil di bilangan Jalan Dewi Sartika Jakarta. Sebuah kantor LSM HAM, tempat...

“Wah makeupnya kok STD banget sih” “Makeup-nya B ajah, siapa sih periasnya” “Pengantinnya gak manglingin, jadi gak istimewa” See, pernahkah kalian mendengar komentar seperti...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Tanggal 2 Mei bagi bangsa Indonesia sangat mempunyai arti. Sebab di hari itu selalu diperingati hari pendidikan nasional (Hardiknas). Yang...

Sempat beberapa tahun lalu saya menerima pertanyaan, apakah sudah waktunya mengucapkan selamat tinggal pada Pers Mahasiswa?