Khidmatnya Upacara Kemerdekaan di Jarak 7749 Kilometer dari Jakarta

107

Mulanya pesimis dapat bertahan hidup ditengah pandemi Covid 19 ini. Sudah hampir 6 bulan mengalami berbagai masa rezim karantina, buka tutup lock down dari yang super ketat dengan menggunakan izin via sms hingga masa longgar tanpa sms permit seperti sekarang ini. Rumah-rumah makan sudah mulai dibuka namun masih sebatas untuk delivery saja.

Sepekan menjelang Hari Kemerdekaan RI saya membaca surat undangan upacara dari KBRI Baku untuk WNI di Azerbaijan juga informasi lomba yang diperuntukkan bagi WNI setempat dalam sebuah WAG khusus WNI di Azerbaijan. Tampak antusiasme dari para penghuni grup maupun pengguna platform sosial media yang lain. Para WNI mulai mempersiapkan diri dengan hunting perlengkapan untuk mengikuti lomba.

Hari ini tepat 17 Agustus 2020 KBRI Baku menyelenggarakan upacara peringatan Kemerdekaan Republik Indonesia. Tak disangka untuk pertama kali cuaca mendung dan turun hujan.

Tiba di kedutaan dengan rasa bahagia dan sedikit kecewa. Bahagia karena melihat suasana cantik merah putih menghiasi gerbang dan halaman KBRI Baku. Kecewa karena hujan turun dikhawatirkan akan menghambat jalannya upacara yang telah dinanti-nanti sebagai kecintaan dan kerinduan terhadap tanah air.

Kami mencoba untuk positif bahwa hujan adalah sebuah harapan, sebuah keberkahan. Begitu ucap seorang kawan baik saya yang menyemangati dari tanah air. Kendati demikian, upacara yang semula dijadwalkan pukul 8.30 waktu setempat harus mundur sekira 1 jam menunggu hujan reda. Dengan rintik hujan tipis-tipis upacara pun tetap dilangsungkan.

Bertindak sebagai inspektur upacara Ibu Ingan Malem Kepala Fungsi Politik KBRI Baku. Sejak 7 Agustus 2020 lalu Dubes RI Prof. Dr. Husnan Bey Fananie telah bertolak ke tanah air mengakhiri masa tugasnya. Ibu Ingan, seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia yang dalam masa tugas di Azerbaijan dalam pidatonya Bu Ingan menyampaikan bahwa tahun ini hubungan diplomatik antara Republik Indonesia dengan Republik Azerbaijan memasuki usia 28 tahun berjalan baik tanpa hambatan di berbagai bidang.

Saat ini hubungan kedua negara difokuskan untuk lebih meningkatkan kerjasama ekonomi, perdagangan dan sosial budaya yang saling menguntungkan. Kedua negara berupaya memantapkan upaya bersama untuk meningkatkan ekonomi, budaya dan people-to-people contact. Dalam masa-masa sulit sekarang ini, terutama dalam masalah ekonomi dan keamanan, dengan kerjasama bilateral yang solid, harapannya kedua negara dapat menghadapi segala tantangan bersama.

Beliau ingin melihat Indonesia dan Azerbaijan menjadi mitra yang saling memerlukan untuk pertumbuhan bersama dan pembangunan yang inklusif. Kemajuan terus-menerus dari kerja sama Indonesia-Azerbaijan di banyak bidang.

Menurutnya, hal itu senada dengan pesan Bapak Presiden Jokowi. Pidato Bu Ingan sangat menginsprasi saya dan WNI di Azerbaijan. “Krisis memberikan momentum bagi kita untuk mengejar ketertinggalan, untuk melakukan transformasi besar, dengan melaksanakan strategi besar. Kita harus serentak dan serempak memanfaatkan momentum ini untuk menjadikan Indonesia setara dengan negara-negara maju”, pesannya sebagai penyemangat kami yang mungkin sudah jenuh menghadapi masa pandemi ini agar lebih optimis lagi.

Intinya menurut dia WNI harus terus menyumbangkan pikiran dan tenaga, melalui bidang tugas masing-masing agar apa yang menjadi tujuan bangsa dapat tercapai.

Hal lain yang menyemarakkan suasana perayaan Hari Kemerdekaan di Baku adalah adanya lomba yang terbuka bagi masyarakat Indonesia dan Diaspora di Azerbaijan. Lomba tersebut boleh dilakukan secara individu, keluarga maupun grup. Lomba berupa foto Kreasi Merias Makanan berupa nasi goreng atau mie goreng, foto dengan tema Perayaan Kemerdekaan RI dengan memakai baju daerah/kebaya/batik atau baju biasa dengan tambahan aksesoris tulisan HUT RI, bendera, wayang, angklung atau yang bernuansa perayaan HUT RI.

Sedangkan lomba khusus untuk anak-anak dengan batas usia 15 tahun yakni lomba menggambar dengan tema Perayaan HUT RI, berwarna dan tidak diperbolehkan menggunakan aplikasi digital. Semua lomba tersebut difoto dengan kualitas foto yang jelas dan bukan editan. Semua hasil foto tersebut dikirim ke email dan ditandai diakun sosial media KBRI Baku.

Senang rasanya hari ini ikut merasakan semangat kemerdekaan dengan mengenakan pakaian khas Indonesia, mencicipi hidangan khas Indonesia, bersilaturahim dengan WNI dan tentunya dapat mengikuti upacara dengan khidmat dengan tetap mematuhi protokol kesehatan.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Kapitalis modern telah bergerilya untuk menjajah “Tubuh Perempuan”. Menjadikan perempuan sebagai makhluk konsumeris taat atas produk kapitalisme. Perempuan dibuat semakin...