AADC 2, Remaja, dan Mamah Muda

888
Ada Apa dengan Cinta? 2

“Rangga…apa yang kamu lakukan ke saya itu, jahat…..”

Begitulah kutipan yang jadi highlight lini masa usai launchingnya trailer kutipan film legendaris Ada Apa dengan Cinta (2). Rupanya peran Cinta dan Rangga masih sangat kuat. Ini terbukti baru cuplikan film yang yang hanya tayang beberapa detik, sudah memikat 50 ribu lebih penonton, belum lagi yang membagikannya di media sosial. Apakah film ini akan lebih sukses dibanding AADC 1 pada 14 tahun lalu?

Saat 2002 film AADC 1 tayang, saya masih imut-imut. Kala itu banyak remaja hingga mamah muda jatuh cinta padanya. Mereka rela antre, bolos, bahkan jalan kaki, belum lagi rela merogoh kocek untuk beli tiket dari calo yang menjual dengan harga dua kali lipat. Ada juga yang nonton bareng temannya. Ada yang dengan gebetannya, pacar, atau iseng-iseng berhadiah ajak mantan.

Sepertinya, sekarang cinta itu masih ada. Masih ingat, saat salah satu provider instans messenger meluncurkan minidrama AADC 2 beberapa waktu lalu? Betapa bapernya orang-orang yang nonton. Terus, saking berkesannya, tak lama kemudian muncul beragam meme di media sosial. Seolah menjadi luapan kangen terhadap film karya Mira Lesmana dan Riri Riza itu.

Yang namanya film sekuel, tentulah nanti penoton punya hak penuh untuk mengapresiasi, hal yang tidak kalah penting yaitu perubahan gaya dan karakter. 14 tahun bukan waktu yang sebentar. Perubahan pasti terjadi. Sementara perbedaan mencolok akan terlihat pada tambahnya si pemeran yang terlibat. Namun bukan berarti mengalahkan pemeran AADC 1.

Dari cuplikan yang saya lihat, Nicholas Saputra mengalami perubahan di sekuel film AADC 2. Bagaimana tidak, pemeran Rangga di AADC 1 pada tahun 2002 silam ini hanyalah seorang murid SMA.

Dian Sastrowardoyo yang memerankan sosok Cinta juga mengalami perubahan besar dalam AADC 2. Sosok Cinta sekarang lebih bebas berekspresi dibandingkan dengan Cinta pada saat 14 tahun yang lalu. Cinta sekarang sudah menjadi perempuan karir dan matang. Tentu saja di gaya busana ia lebih modis dibanding saat SMA, meski di jamannya pun Cinta sudah tampak awesome!

Sementara Pemeran Milly, Sissy Priscilla, mengalami perubahan terutama di bentuk tubuh. Milly 14 tahun yang lalu kurus. Sekarang beda, tambah berisi.

Adinia Wirasti yang memainkan sosok Karmen, karakternya tidak terlalu banyak berubah dibandingkan dengan sosok Karmen 14 tahun silam. Pasalnya, Karmen menganut paham selalu mengutamakan kenyamanan ketika berpakaian. Hanya saja tambah dewasa pastinya iya. Tapi tetap saja Karmen adalah sosok yang mengutamakan kenyamanan.

Sementara karakter Maura yang dimainkan oleh Titi Kamal juga tidak terlalu banyak berubah.Maura masih menganggap dirinya yang paling seksi dan gak bisa jauh-jauh sama yang namanya kaca.

Ada yang disayangkan, Ladya Cheryl tak lagi gabung di AADC 2. Padahal peran Alya cukup kuat dalam memengaruhi keputusan Cinta. Karakter Alya yang tenang, introvert, dan kalem ini punya aura tersendiri di hati penonton.

Bangkitnya Industri Film Indonesia

Bisa dikatakan AADC 1 menjadi awal bangkitnya industri film tanah air yang katanya ‘mati suri’. Peran Cinta yang dibawakan oleh Dian Sastro sungguh memukau. Dian Sastro yang mengawali karirnya sebagai foto model mengembangkan sayap menjadi bintang film.

Karakter Cinta yang menjadi ketua ekstrakulikuler Mading. Perempuan yang dengan karya sastra puisinya membuat hampir semua pria terpesona. Selama dua tahun berturut-turut ia selalu menang kompetisi puisi di sekolahnya Namun sayang pada tahun terakhir, Cinta harus mengakui kekalahannya. Dia harus kalah dengan Rangga yang diperankan oleh Nicholas Saputra.

Rangga si murid baru sebenarnya tidak mengirim puisinya. Namun karena keusilan si bapak kantin, dia memenangi kompetisi. Rangga yang kaku pun bertemu si Cinta. Sekadar mengingatkan, film Indonesia sempat mati suri di awal dekade 1990an. Kalaupun ada yang beredar adalah jenis film yang bernuansa pornografi.

Memang ada satu sampai dua film yang berkualitas. Sebut saja kuldesak (1997) dan Sherina (2000). Puncaknya ya di film besutan Mira Lesmana dan Riri Reza. Film AADC meraih sekitar 2,1 juta penonton dan berada di urutan keenam film terlaris. Untuk yang pertama masih Laskar Pelangi.

Euforia AADC Kini

Dalam acara konferensi pers yang digelar beberapa waktu lalu, terlihat betul bahwa para kru film merahasiakan alur dan materi cerita yang kerap jadi buah bibir mulai dari para ABG hingga mamah muda.

Cerita singkatnya merangkai pertemuan kembali Rangga dan Cinta. Apakah akan terjadi Cinta Lama Bersemi Kembali (CLBK), atau? Dan masih banyak kemungkinan lain. Yang jelas Yogyakarta akan menjadi salah satu latar apik pada film AADC 2.

Akankah euforia AADC 1 akan terjadi di AADC 2? Mampukah akting Dian Sastrowadoyo, Nicholas Saputra, Titi Kamal, Ardina Wirasti dan Sissy Priscillia menghadirkan ‘dejavu’ adegan mereka di masa 14 tahun yang lalu, seolah penggemar mereka yang saat ini sudah ‘berumur’ dibawa kembali ke jaman itu.

Kesuksesan AADC 1 di masa lalu adalah modal penting untuk meraup penonton AADC 2 nanti. Orang-orang yang dulu pernah jatuh cinta dan terpesona tentu ingin menonton kembali Rangga serta Cinta. Namun di sisi lain, kesuksesan itu juga menjadi sebuah beban. Sebab para penonton akan menuntut sajian akting dan garapan film yang lebih baik, atau setidaknya sama kualitasnya dengan film yang lama. Bila tidak, akan ada jutaan orang patah hati dan kecewa.

Well apakah nanti terjadi antrian panjang seperti AADC 1? Apakah film itu akan membuat para remaja dan mamah muda semakin jatuh cinta, atau sebaliknya? Kita lihat saja 28 April. Silahkan menikmati dan bernostalgia bersama. Jangan lupa berbagi cerita dengan saya atau berbagi tiket boleh lah.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Sembilan perempuan memukul lesung, bertalu-talu menggemakan sebuah pertanda. Pak Presiden, tidakkah kau dengar tanda bencana bertalu di depan istanamu? Sembilan...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...