Belajar Asyik Melalui Dongeng

37

Dulu masyarakat kita begitu akrab dengan dongeng. Dari dongen anak-anak belajar banyak hal. Mulai dari melatih imajinasi, budi pekerti, hingga sejarah. Orang tua juga gemar mendengarkan dongeng, di pertunjukan wayang kulit, misalnya, mereka rela tidak tidur semalam untuk mendengarkan dongeng sang dalang.

Kini, di tengah kemajuan teknologi, seni bercerita ala mendongeng seolah terpinggirkan oleh kemajuan teknologi, televisi, maupun gawai. Padahal keintiman yang terbangun dari interaksi dalam mendongeng, terutama bagi anak-anak, tidak tergantikan. Melalui dongeng, anak-anak bisa lebih cepat menyerap pengetahuan yang diajarkan ke mereka.

Omah Dongeng Marwah menghidupkan kembali fungsi dongeng sebagai sarana pendidikan yang asik dan menyenangkan, bahkan untuk belajar matematika.

Mau tahu caranya? Mari ikuti diskusi online bersama pendiri Omah Dongeng Marwah Kak Hasan Aoni Aziz (Alumnus Lembaga Pers Mahasiswa Amanat, Universitas Islam Negeri Wali Songo, Semarang) dalam
#NgabuburitFAA series 10 “Belajar Asyik Melalui Dongeng”

Waktu:
Rabu, 20 Mei 2020
Pukul 20.00 – 21.00 WIB

Live Instagram:
@alumnippmi.official dan @omahdongeng

Host:
Olie Tamami, Alumnus LPM Jumpa, Universitas Pasundan, Bandung, yang kini menyelesaikan studi doktoral di Baku State University.

Note: Pertanyaan favorit akan mendapatkan special gift

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...