Cerita di Masa Pandemi

309

Pandemi Covid-19 mengubah banyak hal, kecuali persaudaraan dan solidaritas di Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI). Silaturahmi tetap terjalin meski tidak berupa pertemuan fisik.

Sepanjang Ramadan ini kita telah menggelar 10 diskusi live di Instagram. Berdiskusi tentang banyak hal, tentang kita dan tentang kondisi bangsa. Sebuah ikhtiar untuk menyalakan lilin optimisme bahwa kita bisa melawan wabah Corona.

Terima kasih kepada seluruh pihak atas terselenggaranya diskusi publik FAA PPMI. Apresiasi setinggi-tingginya kepada para pembicara, host, peserta, sponsor, dan donatur yang berkenan meluangkan waktu, pemikiran dan tenaga. Sampai bertemu lagi dalam kegiatan-kegiatan FAA PPMI selanjutnya.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

“Apa itu, Pak?” lontar Amang Zakaria (Yayu Unru), menunjuk ke bawah jembatan tempat pos 1 berada. “Oh, biasa, mata-mata,” jawab komandan...

Sebuah bidal menyebutkan, siapa tersentuh cinta maka mendadak ia bisa menjadi penyair. Tak menutup kemunginan juga menjadi seorang fotografer. Lantas apa jadinya jika sajak dan foto dikawinkan? Lukisan Cina kuno membuka jalan penafsiran puisifoto itu.

“Wah makeupnya kok STD banget sih” “Makeup-nya B ajah, siapa sih periasnya” “Pengantinnya gak manglingin, jadi gak istimewa” See, pernahkah kalian mendengar komentar seperti...

Pemilik kulit cerah leluasa mengenakan warna pastel apapun. Sedang pemilik kulit cenderung gelap, akan lebih menawan jika menggunakan warna peach atau kuning muda.

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...