Dokter Protes Tarif Medis Program BPJS Kesehatan Lebih Murah dari Biaya Parkir

Dipublikasi diTribunnews
253

Sejumlah dokter memprotes program Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Mereka beranggapan pemerintah belum mau memikirkan nasib mereka dalam program tersebut.

“Konsep BPJS berdasarkan INA-CBG’s itu tidak mencakup komponen jasa medis. Itu hanya mengakomodasi paket-paket saja,” keluh Presidium Ikatan Dokter Indonesia, Yadi Permana, saat diskusi di Pasar Festival Kuningan, Jakarta, Minggu (9/8/2015).

Menurut Yadi, dalam program BPJS, dokter hanya menerima biaya jasa medis sebesar Rp 2.000 per pasien. Yadi merasa tak heran jika banyak dokter mengeluhkan soal belum baiknya sistem BPJS.

“Bahkan lebih murah dari biaya parkir. Atau ya untuk biaya pipis sajalah. Seharusnya dokter itu diberi tarif yang pantas sehingga pelayanannya lebih baik,” kata dokter spesialis onkologi itu.

Yadi membeberkan IDI pernah merekomendasikan pemerintah soal biaya jasa medis dalam sistem BPJS. Ia mengambil contoh biaya jasa medis bagi dokter umum, yakni Rp 15 juta per bulan untuk seluruh pasien.

“Jadi ini bukan karena dokter mata duitan. Masih banyak dokter yang memiliki hati melayani masyarakat, terutama di daerah pelosok. Tapi pertanyaannya mau sampai kapan pemerintah tidak perhatikan hal seperti itu?” sambung dia.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

“Palestine…tomorrow will be free” (Maher Zein) Belum lama ini Indonesia didaulat menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Apakah benar Papua Barat telah menjadi bagian Indonesia sejak sebelum Indonesia merdeka? Benarkan Papua Barat menjadi lebih baik ketika menjadi...

Saya tidak pernah sadar bahwa saya termasuk produk kawin-silang, penyerbukan budaya, atau apalah namanya, yang tidak hadir dalam banyak benak...