DPR Harap Peserta BPJS Kesehatan Dapat Pelayanan Layak

102

bpjs-140220b

By Gerardus Septian Kalis on 09 Agu 2015 at 20:30 WIB

liputan6.com, Jakarta – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan akan mengusulkan kenaikan iuran atau premi peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan non-PBI. Hal itu lantaran pendapatan minim dari premi yang disetor BPJS.

Anggota Komisi XI DPR, Siti Masrifah menuturkan pasien ikut BPJS kesehatan terbagi menjadi menjadi dua yaitu mandiri dan penerima bantuan iuran (PBI). Seluruh pasien baik PBI dan non PBI juga harus dilakukan pelayanan sesuai aturan itu.

“Biasanya komisi XI akan kembali mengkonsultasikan, dan lihat keterlambatannya bagaimana. Berapa pun yang dikeluarkan itu akan dicover. Ada beberapa rumah sakit memang punya dana sosial yang mengcover itu. Mudah-mudahan kalau memang itu pasien BPJS dan permasalahan keterlambatan administrasi, saya kira masih diusulkan untuk dibantu pemerintah,” ujar Siti, Minggu (9/8/2015).

Selain itu, Siti menuturkan, seharusnya pemerintah dapat menangani perbedaan antara premi yang diterima dan klaim yang dikeluarkan BPJS. “Harusnya sudah dicover. Sebenarnya berpihak pada kepentingan rakyat, kesehatan setara Undang-undang. Haknya rakyat,” tutur Siti.

Siti menegaskan pihaknya juga tidak segan mencabut izin rumah sakit apabila di lapangan ditemukan suatu kasus darurat yang tidak langsung ditangani. “Undang-undang jelas harus tepat waktu. Yang namanya nyawa tidak bisa ditunda,” pungkas Siti.

Ia pun menargetkan, BPJS kesehatan dapat lebih baik ke depan, dan tidak ada keluhan dari masyarakat. Karena itu, ia mengharapkan Undang-undang tidak boleh bertentangan berkaitan dengan BPJS. “Jadi tetap harus mempelajari semua UU yang sudah ada termasuk Sistem Jaminan Sosial Nasional, UU yang dibuat Presiden, Menteri Keuangan dan sebagainya,” kata Siti.

Dari laporan 2014, BPJS Kesehatan mencatat jumlah peserta sebesar 142,4 juta jiwa. Pada 2015, jumlah peserta naik mennadi 168 juta dengan sasaran para pekerja penerima upah. Sedangkan jumlah iuran yang diterima peserta sebesar RP 40,7 triliun pada 2014. Namun biaya manfaat yang sudah dikeluarkan BPJS Kesehatan mencapai Rp 42,6 triliun. (Gerard S/Ahm)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Lets Love More & Judge Less Perempuan masa kini mempunyai kuasa penuh atas teknologi. Terutama, perempuan yang berada dalam golongan millenial....