FA PPMI : Jokowi Harus Selamatkan Ratusan WNI Terancam Hukuman Mati

80

d0b415a77e2a585b97f83acdec684ff6Publicapos.com- Sebanyak 229 warga negara Indonesia terancam hukuman mati diluar negeri. Sikap pemerintah kembali dipertanyakan

“Dalam kondisi ini Presiden Jokowi harus mampu mengambil keputusan dan langkah diplomasi yang tepat,” ujar Ketua Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Agung Sedayu di acara diskusi bertajuk “Kecaman Internasional Terhadap Eksekusi Mati Kasus Narkoba, Apa Kabar Nasib TKI yang Terancam Hukuman Mati?” di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/3).

Dalam diskusi yang juga menghadirkan kepala BNP2TKI , Nusron Wahid tersebut terungkap bahwa sebagian besar WNI yang terancam hukuman mati tersebut bukanlah TKI, melainkan mereka yang menggunakan visa kunjungan keluar negeri, sedangkan terkait upaya pemerintah untuk melindungi TKI diluar negeri ia menyampaikan selama ini banyak dilakukan pendekatan diplomasi secara non formal,

“ Mereka yang terancam hukuman mati tersebut bukan hanya mereka yang menjadi TKI saja. Tetapi kebanyakan menggunakan visa kunjungan. Tetapi khusus untuk TKI kita yang terancam hukuman mati kita sudah menggunakan pendekatan non formal secara kekeluargaan untuk mengupayakan pembatalan hukumana mati tersebut, dan upaya ini terbukti ampuh, “ tutur tokoh muda NU ini.

Meski begitu, FAA PPMI juga meminta pemerintah meningkatkan upaya diplomasi untuk menyelamatkan sekitar 229 Warga Negara Indonesia yang terancam hukuman mati di luar negeri.Saat ini, setidaknya terdapat 17 WNI sedang menunggu eksekusi hukuman mati di Malaysia, Arab Saudi, dan China.

“ Harus ada sikap yang jelas dari pemerintah untuk melindungi warganya. Negara harus hadir dalam setiap situasi untuk melindungi warganya.Kita bisa belajar dari Australia, mereka mati-matian melindungi terpidana narkoba. Dan harus ditekankan, bahwa eksekusi mati bukan upaya diplomasi, “ Demikian ujar Agung Sedayu.

Eksekusi mati yang dilakukan terhadap terpidana kasus narkoba dinilai tidak akan menyelesaikan masalah. Sebab, peredaran narkoba tidak akan selesai jika tiap negara tidak bekerjasama melakukan pencegahan.

Terkait pelaksanaan hukuman mati dua terpidana “bali nine”, dirinya meminta Presiden Joko Widodo memperhatikan berbagai aspek.  Sebab, pelaksanaan hukuman mati dilakukan untuk menekan peredaran narkoba di Indonesia, namun dirinya mempertanyakan jaminan akan hal tersebut. “Akan tetapi apa ada jaminan untuk itu?,” tanya dia.

Menurutnya, lebih baik Indonesia dan Australia bekerjasama dengan masif untuk memberantas narkoba, sehingga pelaksanaan vonis hukuman mati yang menyangkut kedua negara tidak terjadi lagi.(tgh)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Sembilan perempuan memukul lesung, bertalu-talu menggemakan sebuah pertanda. Pak Presiden, tidakkah kau dengar tanda bencana bertalu di depan istanamu? Sembilan...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...