FAA PPMI: Pilkada Serantak Bukan Ajang Tebar Janji Kosong

109

beritasatu3beritaterbaru.co.id– Ada sebuah fenomena menarik dalam peta kepemimpinan daerah beberapa tahun terakhir. Tokoh-tokoh muda bermunculan dan sebagian mereka berhasil menjadi pemimpin daerah yang mampu membuat perubahan signifikan. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada Desember nanti juga diprediksi bakal diramaikan oleh tokoh muda.

“Ini adalah peluang pemuda melakukan pemberdayaan daerah dan masyarakat, memberi pemikiran segar dan kreatif untuk perubahan sosial dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Harli Muin, di Pasar Festival, Jakarta Selatan, Jum’at (3/7).

FAA PPMI, kata Harli, meminta para tokoh muda yang bakal maju dalam pemilihan kepala daerah nantinya memiliki kemampuan dan tidak sekedar memberikan janji kosong.

“Kami berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang berkomitmen pada kebenaran, keadilan sosial dan kesejahteraan umum bangsa, tidak sekedar menjual popularitas di media,” imbuh Harli.

Selain itu, FAA PPMI, lanjut Harli, mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dan cerdas dalam memilih calon pemimpin. Harli menilai banyak pemimpin daerah yang menjual janji ketika kampanye, namun yang dilakukan setelah terpilih justru sebaliknya.

 

“ini pengkhianatan terhadap rakyat. Lebih lagi tidak sedikit pemimpin daerah yang terjebak dalam berbagai tindakan yang merugikan rakyat, melanggar hukum, bahkan korupsi berjamaah,” tandasnya.

 

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, daerah yang jabatan kepala daerahnya berakhir pada 2015 sebanyak 204 daerah terdiri dari delapan provinsi, 170 kabupaten, dan 26 kota. Sementara itu, pada Januari dampai Juni 2016 sebanyak 60 daerah terdiri satu provinsi, 53 kabupaten dan 11 kota menjadi daerah yang masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir.

 

Yustinus Paat/PCN

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Kami terbangun dan memulai melakukan persiapan packing peralatan, sarapan, senam pagi sejenak, dan mencari kebutuhan logistik tambahan seperti seperti kaos...