FAA PPMI: Pilkada Serantak Bukan Ajang Tebar Janji Kosong

103

beritasatu3beritaterbaru.co.id– Ada sebuah fenomena menarik dalam peta kepemimpinan daerah beberapa tahun terakhir. Tokoh-tokoh muda bermunculan dan sebagian mereka berhasil menjadi pemimpin daerah yang mampu membuat perubahan signifikan. Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada Desember nanti juga diprediksi bakal diramaikan oleh tokoh muda.

“Ini adalah peluang pemuda melakukan pemberdayaan daerah dan masyarakat, memberi pemikiran segar dan kreatif untuk perubahan sosial dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Harli Muin, di Pasar Festival, Jakarta Selatan, Jum’at (3/7).

FAA PPMI, kata Harli, meminta para tokoh muda yang bakal maju dalam pemilihan kepala daerah nantinya memiliki kemampuan dan tidak sekedar memberikan janji kosong.

“Kami berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang berkomitmen pada kebenaran, keadilan sosial dan kesejahteraan umum bangsa, tidak sekedar menjual popularitas di media,” imbuh Harli.

Selain itu, FAA PPMI, lanjut Harli, mendorong masyarakat untuk lebih berhati-hati dan cerdas dalam memilih calon pemimpin. Harli menilai banyak pemimpin daerah yang menjual janji ketika kampanye, namun yang dilakukan setelah terpilih justru sebaliknya.

 

“ini pengkhianatan terhadap rakyat. Lebih lagi tidak sedikit pemimpin daerah yang terjebak dalam berbagai tindakan yang merugikan rakyat, melanggar hukum, bahkan korupsi berjamaah,” tandasnya.

 

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, daerah yang jabatan kepala daerahnya berakhir pada 2015 sebanyak 204 daerah terdiri dari delapan provinsi, 170 kabupaten, dan 26 kota. Sementara itu, pada Januari dampai Juni 2016 sebanyak 60 daerah terdiri satu provinsi, 53 kabupaten dan 11 kota menjadi daerah yang masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir.

 

Yustinus Paat/PCN

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...