FAA PPMI :“Selamatkan Ratusan WNI yang Terancam Hukuman Mati di Luar Negeri”

91

hukuman-mati-ilustrasi-_130218174647-397www.manadosatu.com – Upaya diplomasi pemerintah Brazil, Belanda, dan Australia untuk meminta pembatalan eksekusi mati terhadap warga negara mereka, terpidana mati kasus narkoba mesti dihormati.

Di sisi lain, kedaulatan hukum dan upaya pemerintah Indonesia melindungi rakyatnya dari bahaya narkoba juga perlu dihormati. Karena, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pecandu narkoba di Indonesia, saat ini, mencapai 1,2 juta orang.

“Dalam kondisi ini Presiden Jokowi harus mampu mengambil keputusan dan langkah diplomasi yang tepat,” ujar Ketua Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Agung Sedayu dalam acara diskusi bertajuk “Kecaman Internasional Terhadap Eksekusi Mati Kasus Narkoba, Apa Kabar Nasib TKI yang Terancam Hukuman Mati?” di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (8/3/2015).

Meski begitu, FAA PPMI juga meminta pemerintah meningkatkan upaya diplomasi untuk menyelamatkan sekitar 229 buruh migran, Warga Negara Indonesia yang terancam hukuman mati di luar negeri. Saat ini, setidaknya terdapat 17 WNI sedang menunggu eksekusi hukuman mati di Malaysia, Arab Saudi, dan China.

Karena itu FAA PPMI menyatakan:

– Mendorong pemerintah melindungi rakyat Indonesia dari bahaya sindikat narkoba internasional.

– Mendesak pemerintah Indonesia menyelamatkan warga negara Indonesia yang terancam hukuman mati di luar negeri.

– Mendorong pemerintah menjaga hubungan baik dan meningkatkan upaya diplomasi untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.

– Meminta lembaga-lembaga internasional terutama Perserikatan Bangsa Bangsa ikut proaktif melindungi nasib buruh migran Indonesia di luar negeri.

Pernyataan Ketua Presidium FAA PPMI Agung Sedayu, didukung Donny Lumingas, Eko Sigit Rukminto Kurniawan, Fleur de Nufus, Harli Muin, Hastuti Talangko, Hendry, Martha Yohanna, Muhammad Fathoni, Muhammad Kodim, dan Mustakim.(agust hari)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...