FAA PPMI: Selamatkan Ratusan WNI yang Terancam Hukuman Mati

65

9460be497f9eea24d1467e258fc2dc36VIVA.co.id – Upaya diplomasi pemerintah Brasil, Belanda dan Australia untuk meminta pembatalan eksekusi mati terhadap warga negara mereka, terpidana mati kasus narkoba mesti dihormati.

Di sisi lain, kedaulatan hukum dan upaya pemerintah Indonesia melindungi rakyatnya dari bahaya narkoba juga perlu dihormati. Setidaknya, berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), jumlah pecandu narkoba di Indonesia saat ini mencapai 1,2 juta orang.

Berdasarkan rilis yang diterima VIVA.co.id, Minggu 8 Maret 2015, Ketua Presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI), Agung Sedayu, mengatakan bahwa dengan kondisi demikian, Presiden Joko Widodo harus mampu mengambil keputusan dan langkah diplomasi yang tepat.

Dalam acara diskusi bertajuk Kecaman Internasional Terhadap Eksekusi Mati Kasus Narkoba, Apa Kabar Nasib TKI yang Terancam Hukuman Mati? di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu, 8 Maret 2015, FAA PPMI juga meminta pemerintah meningkatkan upaya diplomasi untuk menyelamatkan sekitar 229 buruh migran, warga negara Indonesia (WNI) yang terancam hukuman mati di luar negeri.

Saat ini, setidaknya terdapat 17 WNI sedang menunggu eksekusi hukuman mati di Malaysia, Arab Saudi dan Tiongkok.

Oleh karena itu, FAA PPMI menyatakan empat hal terhadap pemerintah.Pertama, mendorong pemerintah melindungi rakyat Indonesia dari bahaya sindikat narkoba internasional.

Kedua, mendesak pemerintah Indonesia menyelamatkan WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri.Kemudian, yang ketiga adalah mendorong pemerintah menjaga hubungan baik dan meningkatkan upaya diplomasi untuk kemaslahatan rakyat Indonesia.

“Dan keempat, kami meminta lembaga-lembaga internasional, terutama Perserikatan Bangsa-Bangsa ikut proaktif melindungi nasib buruh migran Indonesia di luar negeri,” tambah Agung.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

Nasionalisme rasional Bagaimana menempatkan nasionalisme di tengah ingar-bingar globalisasi dan lokalisasi? Kita harus pandai-pandai mengatur kadar nasionalisme yang diperlukan di tengah...