Ini Dampak Kisruh Golkar dan PPP Bagi Rakyat

66

PN6xe97N47news.metrotvnews.com – Perseteruan internal dua partai politik PPP dan Golkar dinilai akan merugikan masyarakat. Jika tidak segera diselesaikan, dikawatirkan pembahasan RAPBN yang menyangkut kesejahteraan akan terhambat.

Presidium Bidang Riset Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia, Harli Muin mengatakan, perseteruan partai tidak hanya merugikan internal partai saja, tetapi juga Rakyat Indonesia.

“Kalu wakil mereka di parlemen, sibuk memikirkan perselisihan internal tanpa ada kejelasan akhirnya. Pembahasan Undang-undang hingga RAPBN bisa terpengaruh. Bila sampai terjadi, rakyat yang paling dirugikan,” kata Harli dalam sebuah diskusi di Deresto, Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (12/4/2015).

Harli menilai, kedua partai tersebut tidak mampu menyelesaikan persoalan internal, tanpa diketahui publik. Bahkan masalah itu diwarnai aksi kekerasan. Harli mengimbau kedua partai lebih dewasa dalam menyelesaikan masalah.

“Mestinya mereka memberikan contoh yang baik, bagaimana musyawarah dan mufakat diimplementasikan. Bukan sebaliknya, merespons konflik dengan kekerasan,” ujarnya.

Kementerian Hukum dan HAM diminta menjadi penengah yang tegas. Tidak hanya itu, Kemenkumham diminta memperbaiki regulasi partai politik, sehingga konflik tidak berkepanjangan dan meluas.

“Dampak konflik itu sudah mencapai tahap yang memprihatinkan. Oleh karena itu, kami meminta konflik ini segera diselesaikan, supaya kerja dan fungsi anggota legislatif bisa berjalan dengan lancar,” katanya.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...