Kala Rumah jadi Sekolah Kedua

50

Setiap orang bisa menjadi guru dan setiap tempat bisa menjadi sekolah. Filosofi Ki Hajar Dewantara tersebut begitu dekat dengan situasi saat ini. Di mana proses belajar mengajar dilakukan dari dan di rumah tanpa interaksi tatap muka. Guru dan siswa tak lagi dalam ruang yang sama, sementara orang tua memiliki peran lebih dominan mendampingi anak-anak saat belajar.

Namun, banyak orang tua dan anak yang mengalami frustasi menghadapi kondisi ini. Jangan putus asa dulu, ada banyak cara membuat belajar di rumah menjadi menyenangkan.

Mari kita cari tahu carannya bersama Ari Ambarwati, Alumnus Tabloid SAS Fakultas Sastra Universitas Jember dan pengajar di FKIP, Universitas Islam Malang.

Simak melalui Live Instagram:
@alumnippmi.official dan
@nda_ambar
Sabtu 16 Mei 2020, pukul 15.00 – 16.00 WIB.

NgabuburitFAA series #8
“Kala Rumah jadi Sekolah Kedua”

Host:
Evy Rachmawati (Alumnus Lembaga Pers Mahasiswa Kavling 10, Universitas Brawijaya Malang)

Note: 2 pertanyaan menarik mendapatkan special gift dari Wardah

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara