Kala Rumah jadi Sekolah Kedua

55

Setiap orang bisa menjadi guru dan setiap tempat bisa menjadi sekolah. Filosofi Ki Hajar Dewantara tersebut begitu dekat dengan situasi saat ini. Di mana proses belajar mengajar dilakukan dari dan di rumah tanpa interaksi tatap muka. Guru dan siswa tak lagi dalam ruang yang sama, sementara orang tua memiliki peran lebih dominan mendampingi anak-anak saat belajar.

Namun, banyak orang tua dan anak yang mengalami frustasi menghadapi kondisi ini. Jangan putus asa dulu, ada banyak cara membuat belajar di rumah menjadi menyenangkan.

Mari kita cari tahu carannya bersama Ari Ambarwati, Alumnus Tabloid SAS Fakultas Sastra Universitas Jember dan pengajar di FKIP, Universitas Islam Malang.

Simak melalui Live Instagram:
@alumnippmi.official dan
@nda_ambar
Sabtu 16 Mei 2020, pukul 15.00 – 16.00 WIB.

NgabuburitFAA series #8
“Kala Rumah jadi Sekolah Kedua”

Host:
Evy Rachmawati (Alumnus Lembaga Pers Mahasiswa Kavling 10, Universitas Brawijaya Malang)

Note: 2 pertanyaan menarik mendapatkan special gift dari Wardah

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Kami terbangun dan memulai melakukan persiapan packing peralatan, sarapan, senam pagi sejenak, dan mencari kebutuhan logistik tambahan seperti seperti kaos...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...