Jakarta 12/05/2016 - FAA PPMI mengadakan dialog terkait rencana pemerintah memilih cara mengontrol konsumsi minuman...

Aksi sweeping dan penarikan peredaran buku yang dianggap mengandung paham komunisme marak di berbagai daerah. Seperti di Yogyakarta...

Telah lama masyarakat gelisah tentang keberadaan sensor film di Indonesia. Terutama masyarakat pecinta perfilman, sineas,...

Praktik sensor film layar lebar, kepentingan perlindungan anak, dan anggapan bahwa keduanya membatasi proses kreatif...

Bagi rakyat Indonesia, Bulan Mei bukan hanya sekadar keterangan waktu. Tetapi juga bermakna sebagai ingatan...

Jakarta – Diskusi Publik yang diselenggarakan FAA PPMI Minggu (7/8) 2016 “Di Balik polemik Pembangunan...

PRES RELEASE PPMI DK Semarang Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) Dewan Kota Semarang "Kriminalisasi Jurnalis Zakki...

"Ada kebutuhan berkumpul yang tidak hanya untuk mentransformasi kebebasan pers dan kebebasan berfikir pada aktivis pers mahasiswa, juga untuk kebutuhan eksternal membangun jaringan."

Setiap pemberangusan terhadap barang cetakan harus melewati putusan pengadilan, mendesak negara melalui lembaga Arsip Nasional...

Lagi, anak-anak, remaja Indonesia menjadi korban eksploitasi seksual. Publik dikejutkan oleh artis Saipul Jamil yang...

#JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Syaifuddin Islami dan Dewi Anggraini tengah diliputi kerisauan. Siang itu, Jumat 26 Juni 2015, sepucuk...

merdeka.com - Peneliti bidang sosial Perkumpulan Prakarsa, Ahmad Maftuchan menegaskan bahwa saat ini ada berbagai...

#RUU PENYANDANG DISABILITAS

Pendiri Lembaga Kajian Penyandang Disabilitas UI, Irwanto, menilai anggaran yang dikucurkan pemerintah untuk kaum disabilitas teramat minim. Padahal, pemerintah mampu untuk menambah anggaran tersebut. "Melihat statistik, seharusnya negara mampu memberikan...
“Kami meminta RUU Penyandang Disabilitas ini dibahas dan disahkan, karena kaum disabilitas telah lama menantikan UU yang secara komprehensif mengakui, menghormati, melindungi, dan memenuhi seluruh hak dan kebutuhan fundamentalnya,”