Konflik Golkar & PPP Hambat Kinerja DPR

49
Politik belah partai

news.okezone.com  – Konflik Internal di tubuh Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang belum juga berakhir dinilai menghambat kinerja DPR RI sehingga merugikan rakyat. Konflik kedua partai tersebut mempertontonkan wajah buruk demokrasi Indonesia saat ini.

Demikian disampaikan Presidium Bidang Riset Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI), Harli Muin, saat diskusi bertajuk ‘Di Balik Politik Belah Partai’ di Jakarta Selatan, hari ini.

Menurutnya, konflik berkepanjangan di dua tubuh partai tersebut dapat berimplikasi ke dampak yang lebih luas, bila tidak ditangani dengan benar. Seperti, kinerja anggota DPR akan terganggu dalam membahas draft Undang-Undang (RUU) dan RAPBN. “Pembahasan UU hingga RAPBN bisa terpengaruh. Rakyat yang kembali dirugikan atas konflik Golkar dan PPP,” tutur Harli, Minggu (12/4/2015).

Harli mengatakan, konflik tersebut jelas akan menyebabkan keresahan di masyarakat, bahkan berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Tidak hanya itu,pengurus partai di daerah akan saling mengklaim keabsahan akibat dualisme kepengurusan partai di pusat.

“Karena itu, para pengurus parpol yang sedang berkonflik bisa lebih menahan diri dan bersikap dewasa dalam menyelesaikan persoalan ini. Mestinya mereka memberikan contoh yang baik, bagaimana mengunakan musyawarah dan mufakat sehingga dapat diimplementasikan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, menurut Harli, pemerintah melalui Kementerian Hukum dan HAM bisa menjalankan regulasi dengan menempatkan diri sebagai wasit dan bersikap netral. Guna membantu menyelesaikan dan mencegah konflik di kedua partai tersebut agar tidak berlarut-larut.

“Kedepan, pemerintah perlu memperbaiki regulasi parpol, sehingga tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan. Di luar itu, pemerintah juga mesti memperbaiki tata kelola parpol dengan cara mendorong parpol lebih transparan,” ujarnya.

(MSR)

 Tautan: okezone.com

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Sembilan perempuan memukul lesung, bertalu-talu menggemakan sebuah pertanda. Pak Presiden, tidakkah kau dengar tanda bencana bertalu di depan istanamu? Sembilan...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...