Konflik KPK vs Polri: Jokowi harus lepas dari intervensi Parpol

74

IMG-20150201-WA0009koranmakassaronline.com — Forum Alumni Aktivis PPMI meminta Parpol untuk menahan diri dan menyerahkan penyelesaian kasus KPK vs Polri pada presiden. Langkah itu perlu segera diambil supaya konflik KPK vs Polri segera mereda. Apalagi saat ini konflik kedua lembaga penegak hukum itu telah merembet hingga menyeret Presiden Joko Widodo. Langkah Presiden memilih Komisaris Jenderal Polisi Budi Gunawan sebagai calon Kapolri diduga atas intervesi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. Kondisi ini berpotensi menurunkan wibawa dan kepercayaan rakyat terhadap presiden.

Forum Alumni Aktivis PPMI juga meminta Presiden lebih tegas dan segera mengambil langkah penyelesaian konflik KPK vs Polri. Perseteruan antara dua lembaga penegak hukum itu sebelumnya pernah terjadi pada 2009. Akibatnya, banyak pekerjaan penegakan hukum oleh KPK maupun Kepolisian terlantar karena kedua intitusi itu sibuk saling serang. Konflik KPK vs Polri telah menodai 100 hari kinerja Jokowi-JK dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum.“Jangan sampai hal itu terulang lagi. KPK dan Kepolisan masih memiliki banyak pekerjaan. Jangan sampai terlantar karena sibuk saling serang,” ujar Ketua Presidium Forum Alumni Aktivis PPMI Agung Sedayu pada acara Diskusi Bulanan Forum Alumni Aktivis PPMI, Minggu (1/2),di Bakoel Koffie Cikini. Dalam ForumAlumni Aktivis PPMI juga meminta pemerintah memastikan KPK dan Polri diisi oleh figur yang bersih.

Direktur Riset Akbar Tanjung Institute (ATI) Alfan Alvian mengatakan saat ini Joko Widodo telah membuat labirin politiknya sendiri. “Jokowi harus mampu keluar dari labirin yang dia ciptakan sendiri,” katanya. Salah satu solusi yang dia tawarkan adalah Joko Widodo melakukan rekonsiliasi politik dengan partai pendukung, “Meski itu tidak mudah,” ujarnya. (rilis)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Kami terbangun dan memulai melakukan persiapan packing peralatan, sarapan, senam pagi sejenak, dan mencari kebutuhan logistik tambahan seperti seperti kaos...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...