Saat ini terdapat dua partai politik besar yaitu Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Golkar yang dilanda konflik internal dan mengarah pada perpecahan. Konflik internal bahkan perpecahan partai politik tentu sebuah dinamika yang biasa terjadi di alam demokrasi. Namun, konflik partai dapat memiliki implikasi yang luas bila tidak ditangani dengan benar. Kerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat bisa terganggu.

“Pembahasan UU hingga RAPBN bisa terpengaruh. Bila itu sampai terjadi, rakyat yang paling dirugikan,” ujar Presidium Bidang Riset FAA PPMI Harli Muin di acara diskusi bulanan FAA PPMI, Minggu, 12 April 2015.

Apalagi konflik partai politik kerap mempertontonkan wajah buruk demokrasi indonesia karena diwarnai kekerasan. Hal itu jelas akan menyebabkan keresahan di masyarakat bahkan berpotensi menimbulkan gejolak sosial. Karena itu FAA PPMI berharap para pengurus partai politik yang sedang berkonflik bisa lebih menahan diri dan bersikap dewasa dalam menyelesaikan persoalan mereka.

“Mestinya mereka memberikan contoh yang baik, bagaimana musyawarah dan mufakat diimplementasikan. Bukan sebalikya, merespon konflik dengan kekerasan,” ujar Harli.

Pemerintah sebagai institusi yang menjalankan regulasi dituntut bisa menempatkan diri sebagai wasit yang baik untuk membantu menyelesaikan dan mencegah konflik tidak berlarut. Kedepannnya, pemerintah perlu memperbaiki regulasi partai politik—sehingga tidak menimbulkan masalah yang berkepanjangan, Di luar itu, pemerintah juga mesti memperbaiki tata kelola partai politik dengan cara mendorong partai politik accountable dan transparan.

“Dampak konflik itu sudah mencapai tahap yang memprihantinkan. Oleh karena itu, kami meminta konflik ini segera diselesaikan supaya kerja dan fungsi anggota legislatif bisa berjalan dengan lancar,” tegas Harli.

Jakarta, 12 April 2015
Presidium FAA PPMI

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...