Konflik Partai Rugikan Masyarakat

38

15643_13532_sip-golkarwww.jawapos.com – Dualisme partai nampaknya dianggap mengganggu kinerja DPR. Tak hanya itu, masyarakat pun merasa resah dan bosan dipertontonkan konflik partai yang tak kunjung selesai.

Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) menilai seharusnya para politisi memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Mereka dapat menginplementasikan musyawarah dan mufakat dalam menyelesaikan konflik kepartaiannya. “Bukan merespon konflik dengan kekerasan,” ujar Presedium Vidang Riset FAA PPMI Harli Muin dalam sebuah diskusi di Kuningan, Jakarta, Minggu (12/4).

Konflik parpol yang kerap mempertontonkan wajah buruk demokrasi Indonesia itu tentu menyebabkan keresahan di masyarakat dan berpotensi menimbulkan gejolak sosial. “Kami berharap pengurus parpol yang berkonflik bisa menahan diri dan bersikap dewasa,” tuturnya.‎ Menurut dia konflik dualisme parpol dapat berimplikasi luas. Selain menimbulkan perpecahan internal, kinerja anggota DPR pun bisa terganggu. Misalnya, pembahasan UU dan RAPBN menjadi terhambat atau dipolitisasi. Sebab, fokus terbelah mengurusi konflik partainya. “Bila itu terjadi, rakyat yang paling dirugikan,” ucap Harli. Oleh karena itu, Harli meminta kepada pemerintah untuk membantu menyelesaikan dan mencegah konflik terus berlanjut. Dia juga berharap agar pemerintah bisa memperbaiki regulasi parpol serta, memperbaiki tata kelola patpol dengan mendorongnya menjadi transparan dan akuntable.

“Kami minta konflik diselesaikan, agar fungsi anggota legislatif berjalan lancar,” tutupnya. Seperti diketahui, masa sidang ketiga DPR diwarnai dengan konflik kepartaian. Partai yang berkonflik yakni Golkar dan PPP. Kinerja DPR pun nampaknya habis untuk berdebat persoalan internal partai itu. Bahkan, rapat konsultasi Komisi III DPR dengan Menkum HAM pun alot hanya karena membahas kepengurusan parpol yang sedang berkonflik. (Desyinta Nuraini/dio)

 

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Lets Love More & Judge Less Perempuan masa kini mempunyai kuasa penuh atas teknologi. Terutama, perempuan yang berada dalam golongan millenial....