Loby Politik Abraham, PDIP Laporkan ke Polisi

82

Publicapos.com – Dugaan pelanggaran etika profesi Abraham samad kembali dibeber oleh partai PDI P. Kali ini serangan dilancarkan oleh Arteria Dahlan, Ketua Badan Advokasi dan Hukum PDIP yang mengungkap pertemuan rahasia Abraham dengan seorang purnawirawan TNI.

Dalam diskusi yang digelar oleh Alumni aktivis Pers Mahasiswa Indonesia (Alumni PPMI) di Warung kopi Cikini,Minggu (1/2) Arteria memamerkan foto Abraham tengah bersalaman dengan seorang pria yang dia sebut berinisial RNH. Pertemuan digelar di rumah Hendroproyono di kawasan Senayan, Jakarta. “Ini bukti pelanggaran etik yang dilakukan Ketua KPK,” kata Arteria.

Menurut Arteria, pertemuan itu dihadiri oleh sekitar lima orang. Pertemuan yang digelar satu pekan sebelum penetapan Jusuf Kalla sebagai calon wakil presiden itu membicarakan peluang Abraham mendampingi calon yang diusung PDIP, Joko Widodo dalam pemilihan presiden.
Selain satu foto yang ditunjukkan itu, Arteria menyebutkan masih menyimpaln enam foto pertemuan rahasia Abraham lainnya. Foto-foto itu sudah diserahkan kepada Markas Besar Kepolisian RI untuk memperkuat laporan yang sudah disampaikan Hasto. “Kami mau proses hukum untuk pelanggaran etika ini dilanjutkan,” kata pengurus PDIP yang juga menjadi pengacara Budi Gunawan ini.

Arteria menyatakan, adanya bukti-bukti pertemuan Abraham dengan sejumlah orang ini termasuk Hasto menunjukkan ketidakprofesionalan Abraham. Karena itu dia menyebutkan sangat wajar bila penetapan Budi Gunawan sebagai tersangka diwarnai dengan kepentingan politis Abraham yang gagal jadi calon dari PDIP.

Ketua advokat bidang bantuan hukum PDIP itu menyangkal, penunjukan bukti tersebut bersifat politis. Sebaliknya, Arteria justru ingin menunjukkan kepada publik kebenaran dari klaim politik rumah kaca Samad yang sebelumnya disampaikan oleh Plt Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.

“Mas Hasto ditanya kaitannya dengan rumah kaca, kalau rumah kaca enggak diangkat, kita juga enggak mau angkat ini,” ujarnya kepada Publicapos.com.
Sementara itu, ketika disinggung pihak yang memfasilitasi pertemuan politik Samad, Arteria menegaskan, kalau bukan PDIP yang memfasilitasi pertemuan tersebut. Pasalnya, saat itu, Samad yang kebelet untuk mengadakan pertemuan dengan tujuan menjadi Cawapres.

“Kalau sekali sih logis, ini sampai enam kali, jadi kan (bukan) permintaan dari kami,” sanggahnya.(tgh)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...