Media Berperan Penting Angkat Isu Penyandang Disabilitas

Dipublikasi diBeritaterbaru.co.id
108
Para narasumber pada konferensi pers mengenai RUU Penyandang Disabilitas di Cafe De’Resto, Jakarta, 17 Agutus 2015. (Beritasatu.com/Syeba Jubilee)

Terkait upaya melindungi dan menghormati hak-hak penyandang disabilitas, media sangat berperan penting untuk meningkatkan perhatian publik terhadap hak-hak penyandang disabilitas.

Donny Limungas, presidium Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI), mengungkapkan, kebanyakan media kini menyoroti isu yang menyangkut pemerintahan saja, namun kurang memerhatikan isu penyandang disabilitas, baik itu mengenai kesejahteraannya maupun kelayakkan pemberdayaannya.

Hal ini diungkapkanmya dalam konferensi pers mengenai penyandang disabilitas di Cafe de’Resto, Jakarta, Senin (17/8).

“Media harus berperan dalam mengedukasi masyarakat agar pikirannya dapat terbuka bahwa disabilitasi bukanlah aib,” tungkas Donny.

Dikatakan Donny, media harus berperan aktif membantu merubah pola pikir masyarakat yang masih dianggap belum terbuka terhadap penyandang disabilitas. Rata-rata masyarakat menganggap kehadiran penyandang disabilitas sebagai masalah sosial yang menyusahkan.

Selain itu, lanjutnya, media juga berperan penting bagi pemerintah sebagai pengontrol sosial. Berdasarkan pengamatannya selama ini, pemerintah baru bergerak “terjun lapangan” membantu penyandang disabilitas ketika media mengangkat isu tentang hal tersebut.

Berdasarkan hal ini, Donny berharap media dapat membentuk pola komunikasi kerja sama dengan baik supaya menjadi gerakan bersama, tanggung jawab bersama, dan bukan isu musiman. Sekiranya media juga dapat menjadi perantara bagi masyarakat untuk lebih peduli dan menghargai penyandang disabilitas.

Selain itu, untuk melindungi hak penyandang didabilitas, ia juga menyebutkan, ke depannya tetap berusaha mendorong terbentuknya undang-undang sesuai dengan draf yang diajukan.

Syeba Jubilee/EPR

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Bergabungnya wilayah Irian Barat menjadi provinsi ke-26 Republik Indonesia pada tahun 1969 dengan dilaksanakannya PEPERA yang diikuti oleh seluruh wakil...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...