Parpol Jangan Campuri Polemik KPK-Polri

55
Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyampaikan keterangan terkait penetapan mantan Ketua BPK Hadi Poernomo sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Senin (21/4). KPK resmi menetapkan Hadi Purnomo sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Dirjen Pajak terkait kasus dugaan korupsi permohonan keberatan wajib pajak Bank Central Asia 1999-2003 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp375 miliar. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ed/pd/14
Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyampaikan keterangan terkait penetapan mantan Ketua BPK Hadi Poernomo sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Senin (21/4). KPK resmi menetapkan Hadi Purnomo sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Dirjen Pajak terkait kasus dugaan korupsi permohonan keberatan wajib pajak Bank Central Asia 1999-2003 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp375 miliar. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ed/pd/14
Ketua KPK Abraham Samad (kiri) dan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menyampaikan keterangan terkait penetapan mantan Ketua BPK Hadi Poernomo sebagai tersangka di Gedung KPK Jakarta, Senin (21/4). KPK resmi menetapkan Hadi Purnomo sebagai tersangka dalam kapasitasnya sebagai mantan Dirjen Pajak terkait kasus dugaan korupsi permohonan keberatan wajib pajak Bank Central Asia 1999-2003 dengan potensi kerugian negara mencapai Rp375 miliar. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ed/pd/14

okezone.com – Penunjukkan Komjen Pol Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo merupakan awal polemik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)-Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Pasalnya, ketika BG menjalani proses tersebut, KPK justru menetapkannya sebagai tersangka kasus dugaan penerimaan gratifikasi.

Kemudian, memanasnya hubungan kedua lembaga ini kian memuncak, ketika Polri tiba-tiba menangkap Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto dan menetapkannya sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemberian keterangan palsu di persidangan Mahkamah Konstitusi (MK). Bukan hanya itu, tiga pimpinan KPK lainnya, Abraham Samad, Adnan Pandu Praja, dan Zulkarnain, kini juga harus berurusan dengan polisi.

Ketua Presidium Forum Alumni Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI), Agung Sedayu, mengatakan, persoalan ini harus segera dituntaskan. Dia pun menyerahkan seluruh persoalan ini pada Presiden Jokowi. Sementara itu, untuk elit partai politik harus menahan diri sampai Presiden mengeluarkan solusi untuk menyelesaikan polemik ini.

“Kami meminta parpol untuk menyerahkan kasus KPK vs Polri kepada Presiden,” ujarnya dalam forum diskusi PPMI di Jalan Cikini Raya, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (1/2/2015).

Agung mengaku, akan mendukung pemerintah dalam kebijakannya untuk melakukan bersih-bersih KPK dan kepolisian. Sebab, kata Agung, kedua lembaga tersebut sudah selayaknya dipimpin oleh figur yang bersih.

“Kami mendukung pemerintah dalam upaya KPK dan Polri diisi oleh figur yang bersih,” imbuhnya.

Di sisi lain, Agung berharap, Komisi Yudisial (KY) bisa mengawasi hakim sidang praperadilan KPK serta calon Kapolri. Mengingat, hakim yang menangani persoalan ini harus benar-benar independen dan tidak terpengaruh oleh intervensi partai politik.

“Hakim harus obyektif. Sejak praperadilan jangan ada intervensi politik,” pungkasnya.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Kami terbangun dan memulai melakukan persiapan packing peralatan, sarapan, senam pagi sejenak, dan mencari kebutuhan logistik tambahan seperti seperti kaos...