Penyandang Disabilitas Terdiskriminasi

Dipublikasi diMerah Putih
330
Ilustrasi penyandang disabilitas

Kalkulasi data penyandang disabiltas menjadi persoalan tersendiri bagi negara. Pasalnya, sampai saat ini belum ada data valid seberapa banyak kaum disabilitas yang berhak mendapatkan perlindungan negara.

Pendiri Lembaga Kajian Disabilitas UI, Irwanto, mengatakan kesulitan pendataan disabilitas dikarenakan masyarakat merasa malu dan cenderung menyembunyikan anggota keluarga yang menyandang disabilitas.

“BPS berbasis internasional mendeteksi penyandang disabilitas berkisar 11 hingga 13 persen tapi lagi-lagi yang digunakan data Riset Kesehatan Daerah (Riskesdas) serta Sistem Kesehatan Nasional (Siskenas) 2009 sekitar 1,6 persen dari jumlah penduduk Indonesia,” ungkapnya, kepada awak media, Senin (17/8).

Tak heran jika selama ini data kuantitatif dan kualitatif penyandang disabilitas sulit didapatkan.

“Bahkan untuk mendapatkan data jumlah penyandang disabilitas di tingkat kampung sangatlah sulit,” imbuhnya.

Untuk itu, dia mendorong pemerintah untuk segera mensahkan RUU perlindungan disabilitas dan segera memastikan data valid terkait jumlah penyandang.

“Pendidikan berbasis hak asasi nampaknya menjadi salah satu alternatif mendorong masyarakat untuk bersama-sama menyadari keberadaan kelompok disabilitas yang tanpa sadar kerap mengalami diskriminasi,” Imbuhnya. (Fdi)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

“Apa itu, Pak?” lontar Amang Zakaria (Yayu Unru), menunjuk ke bawah jembatan tempat pos 1 berada. “Oh, biasa, mata-mata,” jawab komandan...

Sebuah bidal menyebutkan, siapa tersentuh cinta maka mendadak ia bisa menjadi penyair. Tak menutup kemunginan juga menjadi seorang fotografer. Lantas apa jadinya jika sajak dan foto dikawinkan? Lukisan Cina kuno membuka jalan penafsiran puisifoto itu.

Pemilik kulit cerah leluasa mengenakan warna pastel apapun. Sedang pemilik kulit cenderung gelap, akan lebih menawan jika menggunakan warna peach atau kuning muda.

“Wah makeupnya kok STD banget sih” “Makeup-nya B ajah, siapa sih periasnya” “Pengantinnya gak manglingin, jadi gak istimewa” See, pernahkah kalian mendengar komentar seperti...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...