Penyelenggaraan BPJS Kesehatan Dinilai Tak Transparan

87

11375

Minggu 09 Agustus 2015 | 21:26 WIB

Laporan: Siswanto

monitorday.com – Jakarta – Penyelenggaraan BPJS Kesehatan masih jadi perdebatan. Saat ini perdebatannya bukan lagi masalah halal atau haram seperti fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI), tetapi terkait efektifitas dan manfaatkan PBJS Kesehatan bagi masyarakat luas.

Peneliti politik Asosiasi Ekonomi Politik (AEPI) Salamudin Daeng mengungkapkan, sistem PBJS Kesehatan akan terus carut marut jika mekanismenya tidak diubah secara menyeluruh. Pasalnya, sistem untuk penyelenggaraan BPJS Kesehatan merujuk kepada otoritas jasa keuangan (OJK) bukan kepada nirlaba yang notabenenya untuk tujuan sosial.

“Sudah lama kami menggugat BPJS ini. Tetapi gugatan kami ini ditolak di MK oleh Pak Mahfud MD. Kita melihat mekanisme BPJS ini tidak nirlaba, semua memakai sistem asuransi biasa,” kata Daeng dalam diskusi bertajuk ‘Perlindungan atau Komersialisasi Kesehatan’ di Plaza Festival, Kuningan, Jakarta Selatan, Minggu (9/8).

Daeng mengaku heran dengan sistem BPJS Kesehatan yang saat ini terbilang tidak transparan dalam pengelolaannya. Padahal para peserta BPJS Kesehatan berhak tahu uang yang dibayarkan selama ini untuk apa saja.

“Karena selama ini peserta BPJS tidak punya badan hukum yang kuat. Makanya kita tidak tahu bayar untuk apa dan uang kita kemana,” tandasnya. [sis]

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Sembilan perempuan memukul lesung, bertalu-talu menggemakan sebuah pertanda. Pak Presiden, tidakkah kau dengar tanda bencana bertalu di depan istanamu? Sembilan...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Mbah Sholeh Darat membuat Kitab Tafsir Faidlur Rahman untuk R.A Kartini. Memenuhi hasrat Kartini untuk lebih memahami Islam. --- Kisah tentang bagaimana...