Peran Kartini Masa Kini Dalam Meningkatkan Budaya Literasi

29
Kardinah kartini dan roekmini. Koleksi KITLV

“Tahukah engkau semboyanku? ‘Aku mau!’ Dua patah kata yang ringkas itu sudah beberapa kali mendukung dan membawa aku melintasi gunung keberatan dan kesusahan. Kata ‘Aku tiada dapat!’ melenyapkan rasa berani. Kalimat ‘Aku mau!’ membuat kita mudah mendaki puncak gunung.” RA. Kartini

Menandai peringatan Hari Kartini, Perpustakaan Nasional RI berkolaborasi dengan Lembaga Administrasi Negara RI melaksanakan kegiatan Talkshow yang mengangkat tema ‘Peran Kartini Masa Kini dalam Meningkatkan Budaya Literasi’. Acara berlangsung pada Selasa, 20 April 2021.

Para Kartini masa kini diharapkan berperan dalam upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, satu di antaranya dalam peningkatan budaya literasi yang menjadi parameter kemajuan dan peradaban suatu bangsa. Penanaman budaya literasi sejak dini dimulai dari keluarga, dan peran perempuan menjadi tak terbantahkan karena perempuan cerdas akan melahirkan pemimpin hebat. Sebagai Keynote Speaker dalam talkshow tersebut adalah Dr. (H.C) Puan Maharani. Ketua DPR RI.

Kemampuan Literasi Kartini
Kartini dengan kemampuan literasi yang dimilikinya membuka pergaulan dengan dunia internasional dan membaca dinamika zaman. Kartini memberikan pengajaran bagi kaum perempuan; suatu keputusan yang kelak mengubah masa depan Indonesia.

Literasi yang Dibutuhkan Generasi Indonesia

a. Literasi Baca-Tulis
Membaca dan menulis merupakan literasi yang dikenal paling awal dalam sejarah peradaban manusia. Peningkatan budaya bacadan kegemaran menulis harus diterapkan sejak dini.

b. Literasi Numerasi
Literasi numerasi adalah pengetahuan dan kecakapan untuk menggunakan berbagai macam angka dan simbol-simbol yang terkait dengan matematika dasar untuk memecahkan masalah praktis dalam berbagai macam konteks kehidupan sehari-hari, menganalisis informasi yang ditampilkan dalam berbagai bentuk serta menggunakan interpretasi hasil analisis tersebut untuk memprediksi dan mengambil keputusan.

c. Literasi Sains
Literasi sains dapat diartikan sebagai pengetahuan dan kecakapan ilmiah untuk mampu mengidentifikasi pertanyaan, memperoleh pengetahuan baru, menjelaskan fenomena ilmiah serta mengambil kesimpulan berdasarkan fakta.

d. Literasi Finansial
Literasi finansial adalah pengetahuan dan kecakapan untuk mengaplikasikan pemahaman tentang konsep dan risiko, keterampilan agar dapat membuat keputusan yang efektif dalam konteks finansial untuk meningkatkan kesejahteraan finansial, baik individu maupun sosial, dan dapat berpartisipasi dalam lingkungan masyarakat.

e. Literasi Digital
Memasuki era industri 4.0, Perpustakaan memiliki tantangan yang berbeda dengan era sebelumnya. Era Industri 4.0 dihadapkan pada Networking dan Knowledge Sharing yang kuat. Ciri dari era ini adalah Connecting. Karenanya, tantangan saat ini adalah Networking dan Knowledge Sharing. Perpustakaan ke depan harus terkoneksi satu sama lain.

f. Literasi Budaya dan Kewargaan
Literasi budaya merupakan kemampuan dalam memahami dan bersikap terhadap kebudayaan Indonesia sebagai identitas bangsa. Sementara itu, literasi kewargaan adalah kemampuan dalam memahami hak dan kewajiban sebagai warga negara.

Ombak berdebur menerpa karang
Samudera Hindia luas terbentang
Habislah gelap terbitlah terang
Entah sejak kapan dimulainya
Hari lahirnya identik dengan kain dan kebaya
Sampai jua di negeri Belanda
Wajah lembutmu menyimpan bara
Mari tinggalkan budaya tutur
Ubah menjadi budaya baca

Selamat Hari Kartini dan Salam literasi!

Helena Dewi Justicia Alumni Lembaga Pers Mahasiswa SAS, Universitas Jember

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

No wonder if woman can be heroes.... Ulasan tentang Wonder Woman sudah bertebaran di mana-mana. Amat banyak yang memuji tapi tidak...

Bergabungnya wilayah Irian Barat menjadi provinsi ke-26 Republik Indonesia pada tahun 1969 dengan dilaksanakannya PEPERA yang diikuti oleh seluruh wakil...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Ada dua tokoh politisi perempuan yang sedang diperbincangkan Warganet baru-baru ini. Kamala Haris, Wakil Presiden Amerika Serikat yang baru terpilih...