Pilkada Dipandang Persiapan Parpol Menuju Pileg dan Pilpres

37

berita satu 2beritasatu.com – Pilkada Serentak 2015 dinilai sebagai langkah partai politik untuk mengamankan pemilihan Presiden dan pemilihan legislatif serentak 2019. Orientasi Parpol dalam pilkada serentak 2015 adalah kemenangan sebagai investasi untuk hajatan demokrasi yang lebih besar pada tahun 2019.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Riset Polmark Eko Bambang Subiyanto dalam diskusi bertajuk “Pilkada Serentak: Seberapa Besar Peluang Pemimpin Muda” di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7).

Dalam diskusi tersebut, hadir juga Wakil Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi dan Politisi Muda Partai Golkar Jackson Kumaat.

“Pikiran dan orientasi parpol adalah jangka panjang. Pilkada serentak 2015, 2017 dan 2018 merupakan fundamen untuk perkuat basis demi kemenangan pada pilpres dan pileg 2019,” ujar Bambang dalam diskusi tersebut.

Dalam konteks ini, kata Bambang peluang kaum muda sangat kecil karena parpol akan mencari kader-kader yang memiliki sumber daya cukup termasuk jariangan dan finansial.
“Memang kaum muda memiliki peluang dalam pilkada serentak 2015. Namum, peluang tersebut sangat kecil karena parpol akan mengutamakan tokoh-tokoh seniornya yang memiliki basis yang kuat, jaringan luas dan finansial yang banyak,” terangnya.

“Tentunya, parpol mengutamakan tokoh-tokoh senior untuk maju menjadi calon dalam pilkada serentak karena orientasi mereka adalah menang, bukan kaderisasi,” jelasnya.

Peluang kaum muda semakin kecil, lanjut Bambang karena adanya konflik internal partai politik. Kaum muda, menurutnya, susah bersaing karena ketika mereka sudah mendapat kepercayaan, tokoh-tokoh senior mengobrak-abrik partai dengan memecah belahnya.

“Apalagi parpol di Indonesia terlalu mengutamakan senioritas dan masih bersifat kekeluargaan,” tandasnya.

Yustinus Paat/YUD

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Sembilan perempuan memukul lesung, bertalu-talu menggemakan sebuah pertanda. Pak Presiden, tidakkah kau dengar tanda bencana bertalu di depan istanamu? Sembilan...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...