Pilkada Serentak, Kesempatan Tokoh Muda Diprediksi Minim

41

369150_620TEMPO.CO, Jakarta – Ruang politik bagi tokoh muda untuk maju dalam pemilihan kepala daerah yang akan dilaksanakan serentak pada Desember 2015 nanti dinilai masih kurang. Direktur Riset Polmark Indonesia Eko Bambang Subiantoro mengatakan partai politik saat ini masih lebih cenderung menggandeng tokoh lama dibanding tokoh muda. “Pilkada serentak ini adalah tonggak penguatan posisi politik partai di Pemilu 2019 nanti, partai politik merasa lebih aman jika merangkul pemain lama. Sehingga tokoh muda cenderung ditinggalkan, atau sekedar jadi pemain tambahan,” ujarnya dalam acara diskusi bulanan Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (FAA PPMI) di Jakarta, Jumat, 3 Juli 2015.

Eko memprediksi Pilkada serentak nanti akan didominasi tokoh-tokoh tua. “Agak disayangkan karena banyak tokoh muda berpotensi di daerah. Di sejumlah daerah sudah terbukti kaum muda yang memimpin daerah berhasil membuat gebrakan dan perubahan lebih baik,” ujarnya.

Di kesempatan yang sama Wakil Ketua Komisi I Dewan Perwakilan Daerah RI Fachrul Razi mengatakan bahwa sebagian besar partai politik masih didominasi tokoh tua. “Hanya 30 persen tokoh muda yang ada di Senayan. Karena hegemoni partai masih dominan dan partai politik masih kurang memberi kesempatan tokoh muda memimpin. Buktinya, sebagian besar partai politik dipimpin tokoh tua,” kata senator asal Aceh itu. “Hal sama akan terjadi dalam Pilkada serentak nanti. Tokoh tua akan mendominasi.”

Eko menyarankan agar tokoh muda yang hendak maju dalam Pilkada nanti bisa membuat terobosan baru. “Mesti kreatif dan berani keluar dari mainstream politik. Kondisinya memang lebih sulit dibanding Pilkada sebelumnya, tapi bukan berarti tidak ada kesempatan bagi tokoh muda,” katanya.

Hal senada diungkapkan oleh Ketua KNPI Sulawesi Utara Jackson Kumaat. “Memang faktanya saat ini lebih berat. Tapi justru itu tantangan bagi kaum muda,” ujarnya. Jackson berencana maju sebagai calon wakil gubernur Sulawesi Utara dalam pemilihan pemimpin daerah nanti.

Sementara itu Presidium FAA PPMI bidan riset Harli Muin meminta supaya para tokoh muda yang maju dalam pemilihan daerah nanti benar-benar memiliki kemampuan dan tidak sekedar memberi janji kosong. “Kami berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang berkomitmen pada kebenaran, keadilan sosial, dan kesejahteraan umum bangsa. Tidak sekedar menjual popularitas di media,” katanya. FAA PPMI juga mendorong masyarakat untuk lebih cerdas dan hati-hati memilih calon pemimpin. “Banyak pemimpin daerah mengumbar janji ketika mampanye, namun yang dia lakukan setelah terpilih justru sebaliknya.”

Pelaksanaan Pilkada serentak akan dibagi menjadi tiga tahap. Tahap pertama pada 9 Desember 2015 untuk kepala daerah yang masa jabatannya berakhir pada Desember 2015 ditambah masa jabatan semester pertama 2016. Tahap pertama ini akan diikuti oleh 269 daerah. Sedangkan tahap kedua dan ketiga akan diadakan pada Februari 2017 dan Juni 2018.

AGUNG SEDAYU

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Sembilan perempuan memukul lesung, bertalu-talu menggemakan sebuah pertanda. Pak Presiden, tidakkah kau dengar tanda bencana bertalu di depan istanamu? Sembilan...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...