Pilkada Serentak, Perluas Partisipasi Pemuda untuk Memimpin

111
majalahKartini.co.id
Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) yang serentak diadakan akhir tahun ini hendaknya menjadi momentum kaum muda untuk bangkit dan tertantang memberi warna pada peta kemimpinan.
pilkada-serentak-top_0

MajalahKartini.co.id – Pilkada serentak tinggal hitungan bulan. Dalam perjalanannya menimbulkan sejumlah fenomena termasuk kepemimpinan yang mulai memunculkan orang-orang muda. Bahkan sebagian mereka berhasil menduduki posisi tertinggi di daerah dan mampu membuat perubahan yang signifikan.

Sebut saja misalnya Gubernur Lampung M Ridho Ficardo yang berusia 33 tahun merupakan gubernur termuda di Indonesia. Kemudian, Bupati Lampung Utara Agung Ilmu Mangku negara, Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiharto, dan keterwakilan perempuan menjadi Wali Kota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany.

Pemimpin muda memiliki nilai tersendiri di mata publik. Pemuda identik dengan simbol perubahan, idealisme dan semangat kerja yang tinggi. Hal itu pararel dengan kebutuhan masyarakat terhadap kondisi daerah saat ini.

Fachrul Razi Senator DPD RI Wakil Ketua Komite I DPD RI mengatakan sangat terbuka kesempatan bagi kalangan muda untuk berkiprah di panggung politik daerah, tepatnya menjadi kepala daerah atau wakil kepala daerah. “Selanjutnya dikembalikan pada generasi muda apakah akan mengambil atau memanfaatkan kesempatan itu atau kembali memberikan kepada para senior,” ujarna saat diskusi bulanan Jumat (03/07) di Jakarta.

Selain uji publik yang dilakukan secara mandiri oleh partai politik akan berpotensi menekan munculnya pemimpin muda, situasi masyarakat yang irasional juga turut berkontribusi mengurangi potensi keterwakilan orang muda sebagai pemimpin

Sementara itu Jackson Kumaat sebagai praktisi politik, mengaku pernah mendirikan partai politik dan menjadi calon kepala daerah termuda di Kota Manado, Sulawesi Utara. Aktivis yang dibesarkan oleh Forum Kota, salah satu eksponen Gerakan Mahasiswa 1998, mengaku jika menjadi politisi modal utama adalah berani bertarung.

Salah satu hambatan pemuda muncul sebagai pemimpin bahwa partai politik yang ada saat ini belum mewadahi dan mengakomodir keberadaan mereka. “Pemimpin bangsa ini adalah anak muda,” ungkap politisi muda Partai Demokrat sekaligus Ketua KNPI Sulawesi Utara ini.

Eko Bambang Subiyantoro Direktur Riset Polmark mengatakan setelah berhasil memenangi opini media massa, hambatan selanjutnya yang tak kalah penting adalah syarat dukungan calon perseorangan  yang naik dari 3,5 persen menjadi 6,5 persen. “Tantangan para figur muda yang akan mengisi kepemimpinan di daerah adalah seberapa besar mereka bisa menggerakkan kekuatan media massa untuk turut menggaungkan keberadaan sosok muda di ruang publik,” ujarnya

Kegiatan diskusi bulanan tersebut rutin diselenggarakan Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (Foto: Doc FAA PPMI).

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...