Pilkada Serentak Saatnya Yang Muda Ambil Peran

98

publicapos

Publicapos.com – Pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak pada Desember nanti juga diprediksi bakal banyak diramaikan oleh tokoh muda. Beberapa tokoh muda yang muncul dalam Pilkada 2009 lalu memberi inspirasi untuk munculnya tokoh muda ikut memberi warna dalam kepemimpinan.

“Ini adalah peluang pemuda melakukan pemberdayaan daerah dan masyarakat. Memberi pemikiran segar dan kreatif untuk perubahan sosial dan kesejahteraan yang lebih baik,” ujar Facrul Razi, Anggota DPD RI, dalam diskusi bulanan FAA PPMI di de Resto Cafe, Plaza Festival, Jumat (3/7).

Fachrul Razi mengingatkan agar para tokoh muda yang bakal maju dalam pemilihan kepala daerah nanti memiliki kemampuan dan tidak sekedar memberikan janji kosong.

“Kami berharap akan muncul pemimpin-pemimpin yang berkomitmen pada kebenaran, keadilan sosial dan kesejahteraan umum bangsa. Tidak sekedar menjual popularitas di media,” tambah Fachrul, anggota DPD RI asal Aceh ini.

Dalam diskusi yang juga dihadiri Jackson Kumat, Ketua KNPI Sulut, dan pengamat politik dari Polmark Indonesia, Eko Bambang Kusbiyantoro, ini disampaikan bahwa generasi muda yang ingin ikut bertarung dalam pilkada haruslah memiliki jiwa petarung yang tangguh,

“Tokoh muda yang ingin bertarung di pilkada harus benar- benar tangguh. Dibutuhkan kemampuan dan jaringan mumpuni jika ingin memenangi pertarungan,” ujar Jackson Kumat yang dikabarkan akan maju sebagai Wagub Sulut ini.

Sementara itu, pengamat politik Polmark Institute Eko Bambang Kusbiyantoro menyampaikan bahwa peluang generasi muda masih terbuka seiring maraknya generasi pendahulu yang dirasakan kurang memenuhi harapan masyarakat.

“Banyak pemimpin daerah mengumbar janji ketika kampanye, namun yang dia lakukan setelah terpilih justru sebaliknya. Itu penghianatan terhadap kepercayaan rakyat,” ujar Eko Bambang.

“Karena tidak sedikit pemimpin daerah yang terjebak dalam berbagai tindakan yang merugikan rakyat, melanggar hukum bahkan korupsi berjamaah. Masyarakat butuh wajah baru. Di sinilah tokoh muda maju,” tambahnya.

Berdasarkan data Kementerian Dalam Negeri, daerah yang jabatan kepala daerahnya berakhir pada 2015 sebanyak 204 daerah, terdiri dari 8 provinsi, 170 kabupaten dan 26 kota. Sementara pada Januari sampai Juni 2016 sebanyak 65 daerah terdiri dari satu provinsi, 53 kabupaten dan 11 kota menjadi daerah yang masa jabatan kepala daerahnya akan berakhir.(tgh)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Bergabungnya wilayah Irian Barat menjadi provinsi ke-26 Republik Indonesia pada tahun 1969 dengan dilaksanakannya PEPERA yang diikuti oleh seluruh wakil...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...