PPMI: Konflik KPK-Polri Nodai 100 Hari Kinerja Jokowi-JK

69

Liputan6.com, Jakarta – Berbagai rekomendasi diterima Presiden Joko Widodo mengenai penyelesaian konflik KPK dan Polri. Salah satu rekomendasi adalah mengenai penolakan pelantikan calon kapolri Komjen Pol Budi Gunawan.

Ketua Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Agung Sedayu mengatakan, gesekan yang terjadi antara lembaga Polri dan KPK telah memberi warna keruh dalam catatan awal Pemerintahan Jokowi-JK.

“Konflik KPK vs Polri menodai 100 hari kinerja Jokowi-JK dalam pemberantasan korupsi dan penegakan hukum” kata Agung di Jakarta, Minggu (1/2/2015).

Agung mengatakan, PPMI meminta partai politik menahan diri dan menyerahkan penyelesaian kasus KPK vs Polri pada Presiden Jokowi dan mendukung pemerintah memastikan KPK dan Polri diisi oleh figur yang bersih.

Mengenai sidang gugatan praperadilan yang dilayangkan Budi Gunawan kepada KPK terkait kasus tersangkanya, PPMI meminta Komisi Yudisial mengawasi hakim sidang praperadilan tersebut.Sidang praperadilan Budi terhadap KPK digelar Senin 2 Februari 2015.

“Sekaligus meminta hakim praperadilan mengambil keputusan secara objektif dan independen tanpa ada intervensi politik,” terang dia.

Ketua Tim 9 Ahmad Syafii Maarif menyatakan, ada 5 rekomendasi yang disampaikan tim yang beranggotakan 9 oran‎g itu kepada Presiden Jokowi.

Di antaranya, meminta Presiden Jokowi untuk tidak melantik Budi Gunawan sebagai Kapolri di tengah status tersangkanya saat ini. Dan mempertimbangkan kembali untuk mengusulkan calon baru Kapolri agar institusi Polri segera dapat memiliki Kapolri yang definitif.

Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) juga merekomendasikan agar Presiden Jokowi tidak melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri. ‎Rekomendasi tersebut telah disampaikan Kompolnas dalam pertemuan tertutup di Istana Negara. “Highly recomended (sangat direkomendasikan) ya tidak melantik,‎” ujar Adrianu‎s, Kamis 29 Januari 2015.(Mvi/Yus)

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Kami terbangun dan memulai melakukan persiapan packing peralatan, sarapan, senam pagi sejenak, dan mencari kebutuhan logistik tambahan seperti seperti kaos...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...