Saatnya Film Tumbuh dalam Kemandirian Sensor

149
Ilustrasi film. Sumber: Kriminalitas.com

Dialog tentang film dan sensor bersama Presidium FAA PPMI Agung Sedayu di acara Pro3 RRI pada Minggu, 3 April 2016.

 

Film adalah hal yang tidak terpisahkan dalam pertumbuhan budaya bangsa ini. Di dalamnya, ekspresi seni, pendidikan, bahkan politik mewarnai. Namun ada sebagian kelompok masyarakat, terutama anak-anak,  yang mesti dilindungi dari paparan pertunjukan yang belum saatnya mereka konsumsi. Di sisi itu keberadaan Lembaga Sensor Film menjadi polemik. Bagaimana kebebasan seni dan ekspresi film tidak terkekang namun di sisi lain kelompok rentan terhindar dari paparan negatif tontonan film?

FAA PPMI mengelar diskusi bertema “Mengurai Praktik Sensor dan Menggagas Film Indonesia Lebih Cerdas” pada Minggu, 3 April 2016. Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pembicara yaitu: Rommy Fibri (LSF), Maria Advianti (KPAI), Ody Mulya Hidayat (Produser Film), Kholid (Pusbang Film), Anggy Umbara (Sutradara).

Selanjutnya, obrolan diskusi itu dilanjutkan di acara “Dialog” Pro3 RRI. Berikut perbincangannya:

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Satu keping sejarah Kartini yang belum banyak terungkap adalah hubungan dia dengan Mbah Sholeh Darat, ulama yang mempengaruhi kehidupan spiritual Kartini. Raden...

Berbeda pendapat boleh, tapi jangan kehilangan cinta. Saya tak menyangka masuk di sebuah bioskop kecil dengan belasan penonton, duduk di kursi...

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

"When someone else's destruction seems like our victory, then there's no one in the world who's as devastated as us"

Setiap tahun, khususnya setiap bulan Maret tiba, orang berbicara ihwal Supersemar. Pada tanggal 11 bulan itu di tahun 1966 di...