Saatnya Film Tumbuh dalam Kemandirian Sensor

139
Ilustrasi film. Sumber: Kriminalitas.com

Dialog tentang film dan sensor bersama Presidium FAA PPMI Agung Sedayu di acara Pro3 RRI pada Minggu, 3 April 2016.

 

Film adalah hal yang tidak terpisahkan dalam pertumbuhan budaya bangsa ini. Di dalamnya, ekspresi seni, pendidikan, bahkan politik mewarnai. Namun ada sebagian kelompok masyarakat, terutama anak-anak,  yang mesti dilindungi dari paparan pertunjukan yang belum saatnya mereka konsumsi. Di sisi itu keberadaan Lembaga Sensor Film menjadi polemik. Bagaimana kebebasan seni dan ekspresi film tidak terkekang namun di sisi lain kelompok rentan terhindar dari paparan negatif tontonan film?

FAA PPMI mengelar diskusi bertema “Mengurai Praktik Sensor dan Menggagas Film Indonesia Lebih Cerdas” pada Minggu, 3 April 2016. Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pembicara yaitu: Rommy Fibri (LSF), Maria Advianti (KPAI), Ody Mulya Hidayat (Produser Film), Kholid (Pusbang Film), Anggy Umbara (Sutradara).

Selanjutnya, obrolan diskusi itu dilanjutkan di acara “Dialog” Pro3 RRI. Berikut perbincangannya:

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Sembilan perempuan memukul lesung, bertalu-talu menggemakan sebuah pertanda. Pak Presiden, tidakkah kau dengar tanda bencana bertalu di depan istanamu? Sembilan...

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...