Saatnya Film Tumbuh dalam Kemandirian Sensor

134
Ilustrasi film. Sumber: Kriminalitas.com

Dialog tentang film dan sensor bersama Presidium FAA PPMI Agung Sedayu di acara Pro3 RRI pada Minggu, 3 April 2016.

 

Film adalah hal yang tidak terpisahkan dalam pertumbuhan budaya bangsa ini. Di dalamnya, ekspresi seni, pendidikan, bahkan politik mewarnai. Namun ada sebagian kelompok masyarakat, terutama anak-anak,  yang mesti dilindungi dari paparan pertunjukan yang belum saatnya mereka konsumsi. Di sisi itu keberadaan Lembaga Sensor Film menjadi polemik. Bagaimana kebebasan seni dan ekspresi film tidak terkekang namun di sisi lain kelompok rentan terhindar dari paparan negatif tontonan film?

FAA PPMI mengelar diskusi bertema “Mengurai Praktik Sensor dan Menggagas Film Indonesia Lebih Cerdas” pada Minggu, 3 April 2016. Hadir dalam diskusi tersebut sejumlah pembicara yaitu: Rommy Fibri (LSF), Maria Advianti (KPAI), Ody Mulya Hidayat (Produser Film), Kholid (Pusbang Film), Anggy Umbara (Sutradara).

Selanjutnya, obrolan diskusi itu dilanjutkan di acara “Dialog” Pro3 RRI. Berikut perbincangannya:

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...