Karena setiap gunung memiliki jiwa maka ia akan bersahabat apabila kita berlaku adil terhadapnya.

Aksi Rinjani Clean Up
Aksi Rinjani Clean Up

Gunung Rinjani, mungkin masih berupa mimpi bagi banyak orang. Gunung yang menjadi andalan di Kawasan Taman Nasinal Gunung Rinjani ini tak ayal memiliki daya tarik menawan. Tapi, apa sekadar mendaki?

Sebuah pencapaian sekalgus kegembiraan bagi para pendaki yang pernah berada di puncak, jadi saksi alam di atas ketinggian 3.726 mdpl. Animo komunitas maupun perorangan untuk melakukan kegiatan pendakian cukup tinggi, bayangkan Gunung Rinjani adalah gunung vulkanik aktif nomor 2 tertinggi di dunia.

Ketika sebagian memilih hanya mendaki tetapi tidak dengan rombongan Event ‘Rinjani Clean Up 2016’. Ratusan pendaki ini melakukan aksi sapu bersih sebagai tanda mengawali pembukaan kembali jalur pendakian.

Setelah ditutup selama 3 bulan akhirnya gunung Rinjani kembali dibuka pada  April 2016. Antusiasme pendaki melonjak tajam bukan hanya bagi kalangan pendaki Indonesia tapi juga mancanegara. Menumpuknya sampah di sepanjang jalur pendakian tentu saja membuat Rinjani kehilangan pesonanya.

Hal tersebut membuat berbagai komunitas peduli lingkungan di Lombok turun tangan untuk membuat suatu event untuk menyapu bersih gunung Rinjani sekaligus mengawali pembukaan kembali jalur pendakian.

Semula event ini menuai kritikan karena dilaksanakan sebelum pendakian, banyak yang menyarankan acara ini akan lebih baik jika diadakan di akhir pendakian karena sampah pasti menggunung.

Informasi penguraian sampah
Informasi penguraian sampah

Adalah Andong, pelajar kelas 5 SD sebagai peserta termuda yang mengikuti acara ini sekaligus peserta termuda yang mencapai puncak Rinjani dalam kegiatan ini, meski wajah letih terlihat namun kesenangan tak bisa dimungkiri. Lain lagi Hafsah, pelajar dari Belanda berdarah Somalia dan lahir di Arab Saudi mengaku suatu kebanggaan bisa mengikuti aksi bersih-bersih gunung.

Benar saja, sepanjang jalur pendakian sampah-sampah terlihat nyata baik sampah organik maupun non organik. Sampah-sampah organik dibersihkan dengan cara menggali tanah dan menguburkannya. Sedangkan sampah non organik seperti plastik, kaleng dsb dibawa pulang dengan mengumpulkannya kedalam karung atau kantong sampah.

Aksi RCU ini merupakan solidaritas bersama para komunitas peduli lingkungan di Lombok NTB untuk menjaga keindahan dan kelestarian alam. Karena setiap gunung memiliki jiwa maka ia akan bersahabat apabila kita berlaku adil terhadap alam sekitar kita. Namun demikian aksi tersebut bukan hanya berhenti sampai disini karena pada kenyataannya di lapangan masih terdapat aksi vandalisme yaitu dengan ditemuinya berbagai coretan-coretan pada dinding batu, tiang-tiang besi maupun pada tiap-tiap pos yang kita jumpai.

Meski dengan persiapan yang seadanya, namun acara ini berlangsung sukses bahkan melebihi target yang ingin dicapai yaitu dengan tingginya antusiasme para pendaki. tumpukan sampah dalam kantong-kantong yang berhasil dikumpulkan di pos pendaftaran menjadi saksi keberhasilan mereka.

Mereka berupaya memperlihatkan Rinjani yang bersih di awal pembukaan jalur Rinjani. Sehingga di akhir bisa melihat seberapa besar tingkat kesadaran pengunjung ikut menjaga kebersihan dan kelestarian Rinjani.

Cara paling mudah ikut menjaga kebersihan dan kelestarian adalah dengan menanam sampah organik dan membawa turun kembali sampah non organik kita masing-masing.

Dengan cinta dan semangat mereka, kelak pesona keindahan Dewi Anjani dapat terus dilestarikan.

Tentang Penulis

Kholidah Tamami
Kholidah Tamami

Kholidah Tamami, Alumni LPM JUMPA Universitas Pasundan Bandung, sekarang Peneliti di Pusat Studi Timur Tengah Universitas Indonesia.

 

BERIKAN KOMENTAR