Senioritas Hambat Peluang Kaum Muda Jadi Pemimpin Daerah

47

berita satuberitasatu.com – Partai Politik dinilai menghambat peluang kaum muda menjadi pemimpin di daerah. Pasalnya, kebanyakan parpol di Indonesia masih menjunjung tinggi senioritas. Akibatnya, kader-kader muda potensial selalu tergusur lebih awal di internal parpol sebelum dicalonkan jadi kepala daerah

Hal ini disampaikan oleh politisi muda Partai Demokrat Jackson Kumaat dalam diskusi bertajuk “Pilkada Serentak: Seberapa Besar Peluang Pemimpin Muda” di Pasar Festival, Kuningan, Jakarta, Jumat (3/7).

Hadir juga dalam diskusi tersebut hadir Direktur Riset Polmark Eko Bambang Subiyanto dan Wakil Ketua Komite I DPD RI Fachrul Razi.

“Kaum muda itu mempunyai potensi besar, tetapi partai politik belum secara masif untuk menampilkan anak-anak muda di panggung politik, masih terhambat senioritas dalam kultur parpol,” ujar Jacksen dalam diskusi tersebut.

Partai politik, kata Jacksen lebih mengutamakan kader-kader senior yang dinilai sudah memiliki jaringan yang luas, finansial memadai dan basis massa yang solid. Lantaran hal ini, menurut Jacksen, kaum muda pasti terpental lebih awal di partai politik sebelum dicalonkan menjadi kepala daerah dan legislatif.

“Senioritas di tubuh parpol akhir membuat kaum muda tidak mendapat ruang dalam proses politik termasuk pilkada serentak. Paling-paling kalau diizinkan, berada di nomor urut dua dan seterusnya,” terang Ketua KNPI Sulawesi Utara ini.

Lebih lanjut, Jacksen mengungkapkan bahwa peran kaum muda dalam dalam pergerakan kemerdekaan tidak dapat diragukan lagi. Indonesia, katanya dibangun oleh kaum muda mulai dari peristiwa 1908, 1928, 1945, 1966 dan 1998.

“Yang bangun bangsa ini adalah kaum muda, bukan kaum tua. Makanya, momentum pilkada ini tidak boleh sia-siakan. Parpol jangan sampai mengkerdilkan niat kaum muda ini,” katanya.

Namun, dia mengingatkan kaum muda yang sudah masuk legislatif dan eksekutif jangan sampai terjerat dalam gaya hidup yang bisa mengarah pada kasus korupsi.

“Tantangan kaum muda juga adalah gaya hidup yang mengarah pada kasus korupsi Banyak tokoh-tokoh mudah yang terjerat kasus korupsi,” ungkapnya.

 

Yustinus Paat/YUD

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara