Foto ibu-ibu modis tiba-tiba membuat geger para netizen. Di foto itu para istri anggota Dewan yang terhormat tampak begitu up to date dengan out fitnya masing-masing sembari menikmati bunga sakura yang sedang mekar-mekarnya di Jepang. Sebagian netizen perempuan –tentu termasuk saya sendiri- menjadi semacam gimana gitu lihatnya, bahasa sekarang mah baper yah?

Bukan, bukan masalah salah satu suami mereka ada yang dipecat, tetapi dari capture foto itu yang membuat saya baper dan menarik perhatian saya adalah out fit sepatu boots yang mereka kenakan. Widiw…, kompaknya hampir semua beralas kaki boots dengan aneka model dan warna.

See, sepatu, apalagi sepatu bots bukan sekadar sepatu kalau saya melihatnya –waduh ngeri emang siapa saya- iya benar coba deh secara objektif kalian lihat perempuan bersepatu boots sama perempuan bersepatu highheels atau flat. Gimana bedanya?

Saya mah jujur yak, bagi saya melihat kesan berbeda jika melihat perempuan pakai sepatu boots, terlepas bahwa dia outstanding, benar. Tapi kesan seksi, tough, dan dare to be different begitu kuat terpancar bagi seorang perempuan yang bahkan dengan pakaian dan aksesoris apapun selalu match jika dipadankan dengan boots.

Foto para istri anggota Dewan sedang di Jepang

Begitu pun dengan foto-foto para istri anggota Dewan itu, saya mah gak pusing lihat pakaian-pakaian mereka yang mungkin harganya wow, pun dengan tas original merek desainer tas nomer wahid, katakanlah. Tapi saya pusing, sungguh deh, dengan boots yang  mereka kenakan dengan kuatnya.

Saya gak melihat mereka sebagai perempuan sosialita yang hobi jalan-jalan dan belanja, tetapi saya melihat perempuan strong dan berkarakter. Sungguh, sekali lagi, mindset semacam di atas rasanya terselamurkan dengan boots mereka. Kalau saja mereka gak pakai boots tentu saja akan tampak beda saya melihatnya.

Guys, kalau sejenak menilik perkembangan jaman, penggunaan boots kini semakin meluas. Awalnya Boots digunakan untuk menyebut sepatu tinggi yang kuat dan bisa melindungi kaki dari benda-benda berbahaya. Pada masa Revolusi Industri di Eropa, boots banyak digunakan pekerja untuk melindungi kaki mereka saat bekerja. Dari fungsinya saja sudah demikian hebat kan?

foto istri anggota dewan RI di Jepang

Di Indonesia sendiri, awalnya boots dikenal sebagai sepatu tinggi berbahan karet yang dipakai para pekerja untuk melindungi kaki dari hujan atau bahan-bahan kimia berbahaya. Lantas ada pula yang mengoptimalkan untuk keamanan, misalnya menyetir kendaraan atau menghindari kecelakaan kecil, sampai alasan paling steril agar kaki tetap bersih dan tak terpapar sinar UV (alias kulit kaki berubah jadi hitam).

Namun saat ini boots mulai merambah dunia fesyen dengan berbagai bahan dan desain yang disesuaikan. Boots kini lebih bervariasi dan lebih casual. Kalau dulu kita jarang melihat perempuan ber-boots ria di area keramaian, paling di acara-acara tertentu. Kini, dengan mudah kita temukan di pusat perbelanjaan, perkantoran, kampus, resto, tempat hiburan, bahkan saya pernah lihat massa aksi unjuk rasa juga pakai boots. Ada yang dipadankan dengan busana klasik, vintage, modern dan ragam mode lainnya.

Sepatu boots tidak luput dari pandangan para penggila fesyen. Kalangan selebritas dan desainer sepatu dunia mulai melihat boots dari kaca mata fashion dan art. Berbagai merek sepatu boots sudah banyak mewarnai dunia fashion, sebut saja studded boots, knee boots, dan fringe boots yang sekarang banyak digemari para fashionista.

foto para istri mengenakan sepato boot

Masih terekam jelas dalam ingatan masa di bangku berseragam putih biru, saat itu aturan sekolah menegaskan bahwa semua murid harus pakai sepatu NB. Itu lho yang kalau pakai kaos kaki pendek gak keliatan tapi kalau pakai kaus kaki panjang jatuhnya ‘wagu’. Modelnya sekilas tampak mirip yah dengan boots tapi secara pergaulan #cieeeh murid-murid yang pakai NB dikelompokkan murid yang penurut dan apa adanya.

Sementara murid yang mengenakan sepatu boots adalah murid populer dan sungguh terlihat keren dengan padanan rok pendek di atas lutut. Bayangin SMP bok? Nah saya sebagai bagian dari murid itu pernah juga ngalamin pakai sepatu NB dan merengek ke orangtua minta dibelikan sepatu boots.

Well, si ibu akhirnya luluh dan saya bisa melenggang pakai sepatu boots yang bertali dengan sebutan docmart di masa itu. Dan memang nyaris meningkatkan rasa percaya diri hingga 100 persen kala mengenakan sepatu boots, kalau lewat koridor sekolah pasti yang dilirik sepatunya.

Jadi, Yang Terhormat para istri anggota dewan, Anda bukan hanya membuat elus dada rakyat lantaran asyik berlibur ke Negeri Sakura –entah pakai dana dari mana anggarannya- tetapi out fit Anda (baca: boots) sungguh menyederai perasaan perempuan –gak semua tentu saja- tetapi saya ngaku jadi baper menatap foto boots kalian.

Sampai tulisan ini selesai, sungguh saya masih pusing lantaran memikirkan kapan yah saya punya sepatu boots idaman #semacamkode.

*(Terinsiprasi dari judul teater rakyat era tahun 80-an

BERIKAN KOMENTAR