Sepenggal Senja Secangkir Kopi

651
ilustrasi secangkir kopi. foto by Cak Bas

Sore ini, senja di langit Semarang begitu indah. Warnanya jingga menggoda.

Adalah Semarang, kota yang katanya hampir menyerupai Jakarta. Di sini, ngopi bisa dinikmati sambil memandang langit jingga. Seolah bisa menghapus segala sekat, mencairkan suasana, dan menambah gairah di diskusi.

Ada berbagai jenis sajian kopi. Salah satu yang menurut saya coba kali ini adalah strada coffe. Kopi yang hanya bisa dinikmati di Kafe Strada, sebuah kedai kopi di Semarang.

Secara garis besar, sajian secangkir kopi ini dibuat dari biji kopi arabica dan robusta. Biji kopi yang dibuat untuk strada coffe ukurannya medium. Didatangkan dari para petani kopi berbagai daerah. Mulai dari Jawa, Sumatera, Bali, hingga Papua.

Secangkir kopi terbuat dari 12 macam kopi, bahkan lebih. Rasanya jadi “berwarna” atau mungkin lebih tepatnya gado-gado.

Cara pembuatannya tidak rumit tapi tidak juga mudah. Kopi-kopi yang masih hijau tersebut diroasting. Proses ini membutuhkan teknik dan teknikal yang pas. Jika tidak pas, tentu akan menciderai rasa kopi.

Selanjutnya, barista akan menyajikan coffe strada bersama susu dan krim. Secangkir kopi yang saya pesan disajikan dengan polesan gambar bunga dan hati, seolah ikut merayakan perasaan saya di bulan Februari yang penuh kasih sayang.

Toh, kopi tetap kopi, penyajian yang manis tetap tidak akan mampu menyembunyikan sisi pahitnya. Tapi, justru di situ letak kesempurnaanya.

Jadi, apa Anda telah memiliki rencana ngopi untuk mengisi waktu senggang di penghujung hari ini? Menutup rutinitas kerja seharian bersama secangkir kopi dan sepenggal senja warna jingga.

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Kami terbangun dan memulai melakukan persiapan packing peralatan, sarapan, senam pagi sejenak, dan mencari kebutuhan logistik tambahan seperti seperti kaos...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Setiap tanggal 1 Juni, ingatan kita terlintas visual seekor burung garuda bernama Garuda Pancasila, mengenakan perisai di dada yang berisi...