“Alumni Pers Mahasiswa Indonesia Meminta Presiden Selamatkan KPK dan Kepolisian”
Jakarta – Alumni aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) dari seluruh Indonesia mendeklarasikan pembentukan Forum Alumni Aktivis PPMI dalam acara temu alumni di Flora Garden Kafe, Pancoran, Jakarta Selatan, Sabtu-Minggu (24-25 Januri 2015). Pendirian ditandai dengan pembacaan Deklarasi Pancoran pada Sabtu 24 Januari 2015 pukul 16.50 WIB.

Dalam forum ini, terpilih 11 orang presidium alumni: Agung Sedayu, Muhammad Kodim, Mustakim, Fleur de Nufus, Eko Sigit Rukminto Kurniawan, Martha Yohanna, Harli Muin, Donny Lumingas, Muhammad Fathoni, Hastuti Talangko, dan Hendry. Pendirian forum alumni itu bertujuan untuk memberikan kontribusi pemikiran pada bangsa.

PPMI adalah organisasi pers mahasiswa yang berdiri sejak 1992 di Malang. Organisasi menjadi wadah bersatunya lembaga pers mahasiswa dari berbagai kampus seluruh Indonesia. Rintisan pendirian alumni aktivis PPMI dimulai sejak tahun 2009.

Saat ini alumni aktivis PPMI tersebar di berbagai lembaga dan profesi. “Ada kebutuhan berkumpul yang tidak hanya untuk mentransformasi kebebasan pers dan kebebasan berfikir pada aktivis pers mahasiswa, juga untuk kebutuhan eksternal membangun jaringan,” kata Agung Sedayu, Ketua Presidium Alumni Aktivis PPMI di Jakarta, Minggu, 25 Januari 2014.
Forum Alumni Aktivis PPMI juga menyikapi kondisi pers dan bangsa saat ini:
1.Terkait kondisi politik akhir-akhir ini, Alumni Aktivis PPMI meminta Presiden Jokowi untuk kembali bersemangat memimpin NKRI.
2. Terkait perseteruan KPK dan Polri, forum alumni mendesak Presiden Joko Widodo untuk menyelamatkan KPK dan Kepolisian.
3. Menyerukan pemilik media untuk menghentikan intervensi kepada pekerja pers dan menjaga netralitas redaksi

Jakarta, 25 Januari 2015
Ketua Presidium Forum Alumni Aktivis PPMI
Agung Sedayu

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

"Setiap orang menjadi guru, setiap rumah menjadi sekolah” Ki Hajar Dewantara

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...