Soal KPK vs Polri, wibawa Presiden Jokowi jadi taruhan

39

Merdeka.com – Penunjukan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai calon Kapolri oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) menuai polemik. Pasalnya, tak lama dicalonkan, jenderal bintang tiga itu menjadi tersangka di Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK).

Kisruh kemudian melebar setelah Polri menjadikan pimpinan KPKBambang Widjojanto sebagai tersangka. Kedua lembaga penegak hukum itu pun bersitegang.

Ketua Forum Alumni Aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (Forum Alumni PPMI) Agung Sedayu menduga ada elite parpol yang mendesak Presiden Jokowi untuk tetap mempertahankan Komjen Pol Budi Gunawan sebagai calon Kapolri.

Hal ini terlihat dari sikap Jokowi yang tak juga menggugurkan pencalonan Budi Gunawan, meski telah menjadi tersangka di KPK.

Karena itu, pihaknya berharap partai politik pendukung Presiden Jokowi menahan diri dan menyerahkan persoalan yang melibatkan KPK dan Polri kepada Jokowi.

“Meminta parpol menahan diri dan menyerahkan penyelesaian kasus KPK vs Polri pada Presiden,” katanya dalam sebuah diskusi bertema ‘Penentuan Budi Gunawan Sebagai Kapolri, Pelanggaran Megawati Terhadap Mandat Rakyat?’ di Bakoel Koffie, Cikini,Jakarta Pusat, Minggu (1/2).

Agus melanjutkan, bila parpol tak menahan diri, maka dampaknya akan mengancam wibawa sekaligus legitimasi Presiden.

“Bila gagal menyelesaikan persoalan ini, wibawa Presiden jadi taruhan, kepercayaan rakyat pada Presiden akan tergerus,” pungkasnya.

 

Reporter : Abd. Wahid Hasyim

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Bergabungnya wilayah Irian Barat menjadi provinsi ke-26 Republik Indonesia pada tahun 1969 dengan dilaksanakannya PEPERA yang diikuti oleh seluruh wakil...