Tag Kiriman ditandai dengan "#ParadeKartini"

Tag: #ParadeKartini

“Mengalami proses magic dan kreativitas yang tidak sebentar, saya berharap film dengan latar bersejarah ini bisa menginspirasi para penonton” Demikian harapan...

Mbah Sholeh Darat membuat Kitab Tafsir Faidlur Rahman untuk R.A Kartini. Memenuhi hasrat Kartini untuk lebih memahami Islam. --- Kisah tentang bagaimana...

“Nasib kaum wanita Indonesia tergantung dari tangan mereka sendiri. Kaum laki-laki harus terus berjuang dan memberikan keyakinan kepada kaum wanita...

Kalian ingat, pendidikan itu penting, apalagi untuk perempuan. Nantinya, laki-laki dan perempuan akan hidup berdampingan. (RA Kartini) Kisah hidup RA Kartini,...

Satu keping sejarah Kartini yang belum banyak terungkap adalah hubungan dia dengan Mbah Sholeh Darat, ulama yang mempengaruhi kehidupan spiritual Kartini. Raden...

Membincang Raden Ajeng Kartini (selanjutnya disebut Kartini) selalu menarik dan tidak akan habis dibahas dari sisi apapun. Itulah seorang Kartini...

The emotional, sexual, and psychological stereotyping of females begins when the doctor says, “its a girl” (Shirley Chisholm) Dalam sebuah percakapan...

“Palestine…tomorrow will be free” (Maher Zein) Belum lama ini Indonesia didaulat menjadi tuan rumah Konferensi Tingkat Tinggi Luar Biasa (KTT LB...

Saya mengenalnya 10 tahun silam. Ketika itu dia masih perempuan muda lugu, setidaknya menurut penglihatan saya. Sepeda roda dua berkeranjang...

Siapa yang dapat menolong dirinya sendiri akan dapat menolong orang lain dengan lebih sempurna pula. (RA. Kartini) Kartini. Apa yang teringat...

#JAMINAN KESEHATAN NASIONAL

Para dokter meradang. Pasalnya, tariff yang mereka terima dalam melayani pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial...

Negara memiliki tanggung jawab untuk menjamin terpenuhinya seluruh kebutuhan dasar hidup rakyat. Termasuk di dalamnya kebutuhan untuk memperoleh layanan dan perlindungan kesehatan yang layak.

#RUU PENYANDANG DISABILITAS

“Kami meminta RUU Penyandang Disabilitas ini dibahas dan disahkan, karena kaum disabilitas telah lama menantikan UU yang secara komprehensif mengakui, menghormati, melindungi, dan memenuhi seluruh hak dan kebutuhan fundamentalnya,”
UU tersebut tidak mengakui, mengatur dan melindungi hak penyandang disabilitas.