Tren gaya hijabers di era 2000an. Dominan warna-warna pastel.

Penggunaan busana muslimah nan modis namun tetap syar’i mewarnai jagat fashion Indonesia. Setidaknya sejak 2000an, ketika komunitas hijabers bermunculan. Banyak perempuan yang mulanya tak mengenakan penutup kepala, lantas hijrah menjadi hijabers, justru karena kepincut style dan warna-warni memikat fashion hijab.

Hijab era klasik yang cenderung simpel dengan style yang itu-itu saja, kemudian berkembang dan dikreasikan dengan beragam bentuk. Agar tampak kekinian–istilah anak muda sekarang. Misalnya dibentuk dengan gaya keong, turban, atau shawl.

Banyak ragam gaya, banyak ragam pula motif dan warna hijab yang digunakan. Salah satu warna yang sedang digandrungi adalah warna-warna pastel. Seperti salem, peach, baby blue, soft grey dan mint.

Penggunaan warna-warna pastel untuk hijab memiliki banyak kelebihan. Selain tampak lebih kalem dan enak dipandang mata, warna-warna ini juga ramah untuk semua jenis kulit.

Meski ramah untuk semua jenis kulit, agar tampak lebih menarik, sebaiknya penggunaannya tidak sembarangan. Pemilik kulit cerah leluasa mengenakan warna pastel apapun. Sedang pemilik kulit cenderung gelap, akan lebih menawan jika menggunakan warna peach atau kuning muda.

Warna netral pastel memungkinkan hijab dikreasikan dengan pakaian berwarna apapun. Misalnya hijab peach dipadupadankan dengan gaun hitam atau putih. Hijab dusty-pink bisa dikreasikan dengan blus tosca atau kuning gading. Demi terhindar dari kesan pucat, hijabers bisa melengkapi penampilan dengan mengenakan ciput berwarna gelap, seperti hitam atau coklat tua.

Overall, pemilihan warna hijab memberi kesan pada penampilan seperti apa yang ingin kita sajikan. Pengunaan warna pastel memberi sugesti positif dan memancarkan aura penggunanya. Namun satu hal yang pasti, pertimbangan syar’i harus tetap menjadi prioritas utama. Setelah itu baru soal pemilihan warna.

Kalau kamu, lebih suka hijab warna apa?

BERIKAN KOMENTAR

POPULER SEPEKAN

Membaca film Tilik dengan kacamata masyarakat urban atau perspektif gender belaka sangat tidak fair. Sebagai anak desa asal Pekalongan, film...

Sang Penari adalah film yang disutradarai oleh Ifa Isfansyah, dirilis pada 10 November 2011. Film berdurasi 111 menit ini terinspirasi...

Perempuan selalu punya cara untuk melawan dan memperjuangkan haknya. Begitulah kira-kira kata yang ada di kepala saya saat menonton film...

Tahun lalu 2015 adalah tahun pertama saya mulai rutin olah raga berlari. Sebeneranya memilih olah raga lari ini bukan keinginan sendiri,...

“Don’t be into trends. Don’t make fashion own you, but you decide what you are, what you want to express...